Dugaan Jatah Kompensasi Lahan Waduk Karian, Oknum Aparat Diduga Ikut Terlibat

Waduk Karian

LEBAK, (KB).- Kasus dugaan jatah kompensasi pembebasan lahan Waduk Karian di Desa Tambak Kecamatan Cimarga kian menyeruak. Oknum aparat disebut-sebut ikut terlibat meminta jatah kepada warga penerima dana kompensasi ganti rugi lahan.

“Iya ada oknum aparat juga yang ikut bermain. Karena, kami dulu pernah dipanggil pihak Polsek dengan alasan katanya warga penerima melakukan markup. Tetapi, ujungnya kami diminta mengembalikan uang, karena dianggap telah merugikan negara,” kata salah seorang warga penerima kompensasi yang meminta namanya dirahasiakan, Ahad (14/7/2019).

Ia mengatakan, uang tersebut diberikan kepada oknum anggota Polsek berinisial SW. Bahkan, saat itu sempat terjadi tawar-menawar antara SW dengan warga penerima kompensasi yang akan diminta uang dengan dalih uangnya akan dikembalikan kepada negara.

“Tadinya warga ada yang diminta Rp 60 juta. Tetapi, setelah tawar-menawar turun menjadi Rp 30 juta, dan banyak lagi yang seperti itu,” ujarnya.

Menurut dia, jika uang yang diserahkan warga itu benar untuk dikembalikan kepada negara akibat telah terjadi markup luas lahan. Maka, seharusnya ada surat resminya bahwa uang itu telah dikembalikan ke kas negara.

“Ada yang janggal, ketika warga dituding telah melakukan markup luas lahan. Karena, pada saat pengukuran banyak disaksikan oleh petugas, baik BPN dan lainnya,” ucapnya.

Membantah

Menanggapi tudingan tersebut, oknum anggota Polsek Cimarga, SW membantah telah meminta uang untuk pribadi kepada warga penerima kompensasi pembebasan lahan Waduk Karian.

“Iya benar, uang itu bukan untuk saya. Tetapi, untuk keperluan Mako, seperti membangun aula, musala, pagar serta peralatan lainnya,” tuturnya.

Di tempat terpisah, IS oknum Satgas Desa Tambak yang juga disebut-sebut meminta uang kepada warga mengaku tidak pernah merasa meminta sejumlah uang dari warga secara paksa.

“Silakan kroscek ke masyarakat, apakah saya pernah door to door ke masyarakat untuk meminta uang secara paksa atau menarget kisarannya. Kalau ada yang memberi pun itu karena sukarela,” kata IS.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga penerima kompensasi pembebasan lahan Waduk Karian di Desa Tambak, Kecamatan Cimarga mengeluhkan tindak-tanduk oknum satgas. Sebab, pascapembayaran ganti rugi, mereka diminta jatah oleh oknum Satgas tersebut. (Lugay/PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here