Dua Sungai Besar Menghitam, DLH Didesak Tuntaskan Dugaan Pencemaran

SERANG, (KB).- Komisi IV DPRD Kabupaten Serang yang membidangi lingkungan dan pembangunan meminta, agar pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menuntaskan kasus dugaan pencemaran. Diketahui, dua aliran sungai besar di wilayah Serang Utara, yakni Sungai Ciujung di wilayah Tirtayasa dan Sungai Cidurian di Tanara yang menghitam.  “Menghitamnya aliran sungai yang biasa digunakan warga untuk berbagai keperluan tersebut diduga, karena dialiri limbah industri dari wilayah Kragilan dan Cikande, untuk itu kami meminta agar DLH menuntaskan dan memublikasikannya,”kata anggota Komisi IV dari Fraksi PKS, Supiyanto, pekan lalu.

Ia yang juga Ketua Fraksi PKS mengatakan, seharusnya apabila ada perubahan warna pada air sungai tersebut, pihak DLH cepat mengambil tindakan, karena sungai tersebut sangat penting untuk warga sekitar. “Jangan sampai mengulur waktu dan lakukan tindakan dengan cepat, bahkan kami mendapat kabar sungai tersebut berbau menyengat dan sudah lama terjadi. Kami menyayangkan apabila sungai ini tercemar oleh limbah industri yang membuang sembarangan. Beri sanksi saja kalau memang benar sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Dugaan Pencemaran Sungai Cidurian, Pemkab Siap Tindak Tegas Perusahaan

Hal yang sama dikatakan anggota Komisi IV lainnya dari Fraksi PPP, Hery Azhari. Menurut dia, industri yang mempunyai manajemen bagus sangatlah memerhatikan lingkungan. Namun, apabila adanya dugaan pencemaran, karena air sungai berwarna hitam, patut ditanyakan SOP industri tersebut dalam menangani pembuangan limbah. ”Kami tidak ingin ini menjadi polemik di masyarakat dan sudah banyak masyarakat mengeluhkan terkait air sungai yang berwarna hitam, kotor, dan bau tersebut,” tuturnya.

Memastikan Asal Limbah

Ia meminta ketegasan dari pihak dinas terkait dalam penanganan kasus tersebut, jangan sampai ketika kejadian dan ada reaksi dari masyarakat baru ditangani. “Ambil tindakan, sesuaikan dengan target berapa hari, terus publikasikan apakah adanya pencemaran atau tidak. Karena, saya yakin masyarakat akan menunggu informasi dari yang bersangkutan. Bila kedapatan terbukti, bahwa sungai tersebut dikotori limbah perusahaan, beri sanksi yang tegas. Kami mendukung adanya industri di Kabupaten Serang, tapi yang ramah lingkungan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan pada DLH Kabupaten Serang, Neni menuturkan, akan segera mengecek ke lokasi untuk memastikan dari mana asal limbah tersebut dan seperti apa dampaknya. “Nanti kami cek ke lapangan, karena bagaimanapun setiap keluhan dari masyarakat yang sifatnya pencemaran lingkungan itu pasti kami tindak lanjuti,” katanya. Ia mengatakan, jika nanti telah diketahui dan jika memang benar dari perusahaan, maka pihaknya akan melakukan peneguran terhadap perusahaan tersebut. (H-45)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here