Dua Perusahaan Otobus Nunggak Pajak Rp 673 Juta

SERANG, (KB).- Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Samsat Kota Serang mencatat ada dua perusahaan otobus (PO) di wilayahnya yang menunggak pajak kendaraan tahun 2017. Total tunggakan
pajak dua PO berinisial AJP dan Arb tersebut sebesar Rp 673 juta.

Kepala Samsat Kota Serang Ahmad Syaukani mengungkapkan, sisa tunggakan PO AJP kini sebesar Rp 567.477.200 dari sebelumnya sekitar Rp 800 juta. “Sebanyak 47 unit bus yang menunggak,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (21/1/2018). Sementara, tunggakan pajak PO Arb tahun 2017 sebesar Rp 106.213.860. “Yang nunggak ada 46 unit bus, sebesar Rp 106.213.850,” ucapnya.

Syaukani menuturkan, Samsat Kota Serang sudah melakukan penagihan secara langsung kepada kedua perusahaan tersebut. Namun, hingga saat ini yang bersangkutan belum melunasi kewajiban pajak tersebut. Samsat juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk tindakan selanjutnya. “Sudah menagih langsung ke PO dan koordinasi dengan kepolisian, ” tuturnya.

Ia mengimbau dua perusahaan angkutan umum tersebut agar mematuhi aturan tentang pajak kendaraan dan segera membayar pajak yang masih menunggak. “Imbauannya segera tunaikan kewajiban membayar pajak,” ujarnya.

Sementara, untuk pemilik mobil mewah yang menunggak pajak kendaraannya, menurutnya di wilayah Kota Serang tidak banyak. Pemilik mobil mewah mayoritas berada di Tangerang dengan nomor plat kendaraan B, yang bukan wewenangan Samsat Kota Serang. Menurutnya, hanya ada satu mobil mewah merek Range Rover yang menunggak pajak.

”Wilayah Serang mobil mewah engga banyak, terlihat di jalan-jalan juga rata-rata plat B,” tuturnya.
Kabid Pajak Daerah Bapenda Provinsi Banten, Abadi Wurianto mengatakan, jika tidak patuh bayar pajak, para pemilik yang menunggak pajak akan ditilang oleh petugas kepolisian. “Tindakan tegas atau tilang bersama jajaran kepolisian secepatnya, dan diinfokan lewat media,” ujarnya. (Masykur/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here