Dua Penjambret dan Penyebar Video Porno Dibekuk

Dua orang laki laki pelaku penjambret yang berinisial A dan N diringkus Tim Vipers Opsnal Polsek di Lapangan Alap-alap Jombang, Kelurahan Jombang, Ciputat. Keduanya diduga melakukan penjambretan handphone (HP) milik Sepriliyana Mayang Sari yang sedang berbelanja di Pasar Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho menjelaskan, aksi kejahatan kedua pelaku dapat digagalkan berawal dari saat Tim Vipers dan Tim Opsnal Polsek Ciputat melintas di Jalan Raya Jombang yang sedang melakukan patroli di wilayah tersebut. “Kemudian kami melihat ada keramaian orang yang tampaknya sedang melakukan pengejaran terhadap dua laki-laki yang diduga telah melakukan penjambretan,” kata Alexander, Rabu (24/1/2018).

Kemudian, lanjut Alexander, Tim Opsnal dan Tim Vipers ikut melakukan pengejaran dan pelaku berhasil ditangkap setelah menabrakkan sepeda motor yang digunakan Tim Vipers saat mengejar pelaku. Salah seorang pelaku terpaksa dilakukan tindakan tegas karena berusaha melawan petugas.
“Kami langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti sepeda motor Honda Beat warna hitam merah milik pelaku dengan nopol B 4345 BBU dan HP Samsung J2 Prime milik korban,” ucapnya. Ia menambahkan, kedua pelaku dikenakan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan.

Bekuk penyebar video porno

Selain itu, Tim Vipers Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) juga mengamankan seorang pria berinisial F (20), di sebuah hotel yang berlokasi di Bintaro, Pondok Aren, Tangsel. Ia diamankan karena mengancam seorang perempuan akan menyebarluaskan video hubungan intim dengannya. Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widiyanto menjelaskan, motif pelaku untuk melampiaskan nafsu bejatnya tersebut dengan cara mengancam korban akan menyebarluaskan video berhubungan intim yang sudah dilakukan sebelumnya bersama korban S (21).

“Jadi mereka ini dulunya suka sama suka dan berpacaran, kemudian melakukan hubungan intim. Tanpa disadari oleh korban ternyata pelaku merekam video adegan hubungan intim tersebut untuk dijadikan bahan ancaman agar korban mau bersetubuh di lain harinya,” kata Fadli kepada wartawan di Mapolres Tangsel, kemarin.

Fadli menambahkan, pengakuan dari pelaku, akhir November 2017 korban diajak kembali berhubungan intim yang disertai dengan ancaman apabila korban tidak menuruti permintaan pelaku. “Apabila korban tidak mau bersetubuh, pelaku mengancam akan menyebarkan video intim antara korban dengan pelaku, hingga akhirnya korban mau bersetubuh dengan pelaku,” ucapnya.

Menurut pengakuan dari tersangka, lanjut Fadli, dia melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak delapan kali dan yang terakhir ini dilakukan oleh pelaku di kamar salah satu hotel di Bintaro. “Setelah menyetubuhi korban, pelaku tertidur dan kemudian korban memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memakai telepon genggam milik pelaku untuk berkomunikasi dengan temannya,” tuturnya.

Kemudian teman korban ini menyampaikan kepada orangtua si korban dan selanjutnya melaporkan apa yang dialami anaknya ke Mapolres Tangsel. “Tim Vipers Sat Reskrim Polres Tangsel dan Unit Reskrim Polsek Pondok Aren akhirnya berhasil menyelamatkan korban dan mengamankan pelaku,” tuturnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 45 ayat 1, UU Nomor 13 Tahun 2016 dan 289 KUHP, dan atau 285 KUHP, dan atau 333 KUHP, dengan hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara.(Dewi Agustini)*** 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here