Dua Orang Petahana, 84 Pendaftar Berebut Kursi Bawaslu

SERANG, (KB).- Pendaftaran calon Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten resmi ditutup Ahad (30/7/2017). Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu Banten menerima 84 pendaftar. Dari jumlah ini, dua di antaranya masih menjabat (petahana) anggota Bawaslu Banten, yakni Solihin dan Abdul Rasyid Siddik. Sekretaris Timsel Bawaslu Banten, Suwaib Amiruddin mengatakan, secara umum pendaftar merata hampir dari seluruh kabupaten/kota se-Banten, paling banyak dari Kabupaten Serang dan Pandeglang. “Pendaftar merata hampir dari seluruh kabupaten/kota,” katanya saat dihubungi Kabar Banten, Ahad (30/7/2017).

Selama dua hari ke depan, berkas pendaftaran yang diserahkan akan diteliti oleh Timsel. Selama waktu ini juga Timsel masih membuka kesempatan perbaikan berkas kepada pendaftar. “Kalau berkasnya masih ada yang kurang kami akan hubungi, masih bisa diperbaiki,” ujarnya.  Pengumuman seleksi administrasinya akan disampaikan Sabtu (5/8/2017). Nama-nama yang diumumkan lolos berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya berupa uji publik, pada (5-9/8/2017).

Selanjutnya, kata Ketua STISIP Setia Budhi Rangkasbitung ini, pendaftar yang juga lolos pada tahapan tersebut diharuskan mengikuti tes tulis, tes kesehatan, dan tahapan lainnya sesuai jadwal Timsel. “Untuk tes tulis kita menggunakan IT, ada proses komputerisasi. Tahapan berikutnya juga sudah ada sampai nanti pengumuman siapa yang layak untuk di fit and proper test,” ucapnya.

Dalam perekrutan anggota Bawaslu, pihaknya menekankan agar pendaftar yang lolos benar-benar steril dari partai politik. Artinya, yang bersangkutan tidak pernah menjadi simpatisan parpol dan atau pernah menjadi tim sukses dalam pemilu, jangka waktunya minimal lima tahun ke belakang.  Oleh karena itu, setiap pendaftar akan diuji publik. Pada tahapan ini masyarakat dapat melaporkan kepada timsel apabila ditemukan nama yang terindikasi tidak steril dari parpol.

“Hal itu penting karena ini calon pengawas, kalau terlibat parpol maka pengawasannya tidak akan berjalan maksimal,” ucapnya. Sebelumnya, Dosen Untirta ini mengatakan, saat pembukaan pendaftaran, kurang lebih 10 pendaftar ditolak. Sebab, pendaftar tersebut belum berusia 30 tahun, atau batas minimal usia yang ditentukan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu). (H-51)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here