Dua Orang ABK Asing Tewas di IKPP Merak

Sejumlah petugas Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS) Polres Cilegon saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di atas Kapal MV Green World berbendera Panama, di Dermaga Indah Kiat Pulp and Papper (IKPP) Merak, Jumat (1/2/2019).

CILEGON, (KB).- Dua orang anak buah kapal (ABK) asal Myanmar bernama Aye Zaw (47) dan Saw Leyaw Haing (49), tewas di Dermaga Indah Kiat Pulp and Papper (IKPP) Merak, Jumat (1/2/2019) sekitar pukul 04.45 WIB. Kedua ABK Motor Vessel (MV) Green World berbendera Panama tersebut meregang nyawa diduga setelah menghirup gas beracun saat membuka palka kapal.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Kapal MV Green World tengah memuat ribuan ton wood chip atau kepingan kayu dari Myanmar. Kapal ini merapat di Dermaga IKPP Merak, pada Jumat (1/2/2019) pukul 00.30 WIB.

Pada pukul 04.00 WIB, kapten kapal memerintahkan para ABK membuka palka-palka kapal. Ayew dengan nomor paspor MB 377505 dan Saw bernomor paspor MD 589961, langsung tidak sadarkan diri bahkan diduga langsung meninggal dunia saat membuka palka 4 kapal itu.

Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Banten AKP Zamrul Aini mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya dua ABK asing tewas sekitar pukul 05.00 WIB. Kedua ABK tersebut kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM). “Kami dapat informasi sekitar pukul 05.00 WIB. Dugaan kami, kedua korban meninggal karena menghirup gas beracun dari wood chip,” katanya saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon genggam, Jumat (1/2/2019).

Zamrul mengatkan, dugaan muncul dari keterangan rekan-rekan korban. Mereka mengaku mencium bau menyengat dari palka kapal, saat mencoba menolong korban. “ABK lain mencium bau menyengat dari arah palka. Maka itu kami menduga mereka keracunan gas wood chip,” ujarnya.

Pantauan Kabar Banten, dua orang korban tewas dipindahkan dari RSKM Cilegon ke RSUD dr Drajat Prawiranegara Serang, sekitar pukul 11.30 WIB. Salah satu petugas dari Polres Cilegon mengatakan, ini untuk tindakan autopsi. “Di RSKM Cilegon tidak punya lemari pendingin mayat dan dokter forensik. Sementara yang ada itu di RSUD Serang, makanya mayat kedua ABK ini dipindahkan ke RSUD Serang,” tuturnya.

Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra mengatakan, kasus ini telah diambil alih pihaknya. Menurut Dadi, pihaknya telah memanggil sejumlah saksi atas insiden tersebut. “Kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Selain itu, juga melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi, yakni ABK lain yang ada di kapal,” tuturnya.

Dalam penanganan kasus tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon. Ini lantaran kedua korban merupakan warga negara asing. “Untuk pemulangan korban ke negaranya nanti, akan diurus Imigrasi,” ungkapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here