Dua ODP Positif Corona Terdeteksi di Cilegon, Covid-19 di Banten Meluas

CILEGON, (KB).- Sebaran kasus positif virus corona (Covid-19) di Banten meluas. Setelah hanya merebak di wilayah barat yakni Tangerang, kini kasus positif Covid-19 ditemukan di Kota Cilegon melalui rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Dinkes Kota Cilegon sejak pertengahan pekan lalu melakukan rapid test terhadap ratusan orang di Kota Cilegon. Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap 187 orang, dua orang di antaranya positif virus corona.

“Rapid test ini seperti halnya screening, bukan penentu diagnonsa. Kalau penentu diagnose namanya PCR (Polymerase Chain Reaction). Jadi rapid test sama saja seperti deteksi awal,” kata Kepala Dinkes Kota Cilegon dr Arriadna di Pemkot Cilegon, Senin (6/4/2020).

Menurut dr Arriadna, rapid test dilakukan di RSUD Kota Cilegon, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang. Dalam rapid test itu, dua warga Kabupaten Serang yang terdeteksi corona. Kedua orang itu sebelumnya berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP).

“Dua orang ini ODP, kemudian datang ke RSUD Kota Cilegon untuk ikut rapid test. Hasilnya muncul tanda dua garis, artinya positif. Tapi sekali lagi, ini baru screening, belum sampai diagnose akhir,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, kedua orang tersebut sedang menjalani isolasi diri di rumah mereka di Kabupaten Serang. Selain itu juga sedang melakukan pemeriksaan menggunakan PCR.

“Tolong doakan, mudah-mudahan dua orang ini setelah di PCR hasilnya negatif,” tuturnya.

Ia menerangkan, jika sejauh ini terdapat tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Seorang di antaranya adalah warga Cilegon yang bekerja di Jakarta.

“Seorang ini berada di salah satu rumah sakit di Jakarta. Alhamdulillah dia negatif corona, begitu pula untuk dua orang lainnya,” ucapnya.

Arriadna juga mengajak masyarakat Kota Cilegon untuk hidup disiplin. Juga mematuhi apa yang diperintahkan oleh Pemkot Cilegon.

“Untuk warga, mohon disiplin dan ikuti instruksi pemerintah. Yaitu jaga jarak, tidak berkerumun, tetap di rumah, terapkan pola hidup sehat, cuci tangan pakai sabun, serta galakan germas,” katanya.

Bagikan wastafel portable

Sementara itu, Pemkot Cilegon telah mempersiapkan diri untuk pemberlakuan protokol belanja di pasar-pasar tradisional. Senin (6/4/2020) kemarin, Pemkot membagikan 25 unit wastafel protable untuk pasar-pasar tradisional dan ruang terbuka hijau di Kota Cilegon.

Pembagian wartafel portable ini dilakukan pemkot dalam acara pengarahan dan kewaspadaan terhadap Covid-19, di lapangan parkir tengah Pemkot Cilegon. Hadir pada acara itu, sejumlah pedagang pasar tradisional di Kota Cilegon.

Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, Pemkot Cilegon akan terus melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon. Salah satunya dengan mengimbau para pedagang pasar untuk tidak melakukan kontak langsung dengan pembeli.

“Saya kumpulkan para pedagang di sini, untuk memberitahukan ada sejumlah hal yang harus dilakukan. Ini untuk mencegah penyebaran virus corona. Salah satunya tidak melakukan kontak langsung dengan pembeli,” ucapnya.

Provinsi dengan kasus melesat

Sementara itu, Banten merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kasus positif virus corona yang cukup melesat. Kasus Covid-19 di Indonesia yang hingga 6 April 2020 mencapai 2.491 kasus, Banten termasuk provinsi dengan penambahan jumlah kasus yang cukup melesat.

Data Gugus Tugas mencatat 32 provinsi sudah terpapar Covid-19, dengan rincian 20 provinsi mengalami peningkatan kasus positif per 6 April. Di antaranya Banten yang bertambah 10 kasus. Atau daerah dengan penambahan kasus tertinggi di bawah DKI Jakarta yang bertambah 101 kasus, Jawa Tengah bertambah 12 kasus, Jawa Barat bertambah 11 kasus, Bali bertambah 7 kasus, DI Yogyakarta bertambah 6 kasus. Kemudian, Jawa Timur bertambah satu kasus, di Kalimantan Barat bertambah dua kasus, Kalimantan Timur bertambah satu kasus.

Di Kalimantan Tengah bertambah 9 kasus, Kalimantan Selatan bertambah dua kasus, Kalimantan Utara bertambah tujuh kasus, Nusa Tenggara Barat bertambah tiga kasus, Sumatera Barat bertambah 10 kasus, Sulawesi Utara bertambah dua kasus, Sumatera Utara bertambah satu kasus, Sulawesi Tenggara bertambah satu kasus, Sulawesi Selatan bertambah 30 kasus, Lampung bertambah satu kasus, dan Riau bertambah satu kasus.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia hingga Senin (6/4) pukul 12.00, tercatat sebanyak 2.491 kasus. Dengan rincian pasien sembuh sebanyak 192 orang, sementara 209 meninggal dunia.

“Pada hari ini Senin (6/4/2020) sudah bertambah lagi kasus konfirmasi positif baru sebanyak 218 kasus, sehingga total kasus positif sebanyak 2.491,” kata Yuri dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB di Jakarta.

Dia menjelaskan, pasien yang sembuh bertambah 28 orang, sementara yang meninggal bertambah 11 orang. Sebelumnya pada Ahad (5/4) tercatat kasus positif sebanyak 2.273 kasus, dengan rincian pasien sembuh sebanyak 164 orang, sementara 198 orang meninggal dunia.

Sejauh ini, catatan pemerintah menunjukkan DKI Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak, yaitu 1.232 jiwa per 6 April. Setelah DKI Jakarta, ada Jawa Barat dengan 263 kasus, Jawa Timur dengan 189 kasus, Banten dengan 187 kasus, Jawa Tengah dengan 132 kasus, dan Sulawesi Selatan dengan 113 kasus. (AH/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here