Dua Napi Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Cilegon Ngaku Kecolongan

KEPALA Lapas Klas II A Cilegon Masjono saat jumpa pers dalam family gathering, Kamis (27/2/2020).*

CILEGON, (KB).- Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II A Cilegon Masjono kecolongan terkait adanya narapidana (napi) yang mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas.

Oleh karena itu, pihaknya akan memperketat keamanan lapas dan menggiatkan razia handphone untuk para napi.

Hal tersebut diungkapkan Masjono seusai Media Gathering di Ruang Rapat Klas II A Cilegon, Kamis (27/2/2020).

Menurut dia, temuan Kepolisian Resor (Polres) Cilegon terkait adanya otak peredaran narkoba di lapas baru-baru tersebut, menjadi sebuah tamparan keras.

“Kalau dibilang kecolongan sih, ya kecolongan. Itu sudah jadi kenyataan dan tidak bisa saya hindari,” katanya.

Saat ini, pihaknya sedang menyelidiki kepastian terkait informasi tersebut. Hal tersebut terkait otak pengendali peredaran narkoba, betul-betul dari napi yang kini sedang merikuk di penjara.

“Kami harus cari kepastian informasi itu. Sebab, salah satu pelaku narkoba yang ditangkap itu, mantan napi di sini. Ia dan napi yang ada di lapas memang saling kenal. Nah makanya, nanti kami cari tahu, dapat dari mana nomor telepon itu,” ujarnya.

Ia sedang mengantisipasi adanya keterlibatan oknum panjaga keamanan lapas. Jika benar ada indikasi ke arah tersebut, dia siap bertindak tegas.

“Kalau ada anak buah saya terlibat peredaran narkoba, pasti akan saya sikat,” ucapnya.

Menyikapi adanya kemungkinan para penghuni lapas ada yang menggunakan alat komunikasi tersebut.

“Kami akan razia, sebab prosedur di lapas ini tidak boleh ada yang memiliki handphone. Intinya, kami akan berbenah dengan target zero insiden,” tuturnya.

Baca Juga : Jaringan Narkoba dari Lapas Cilegon

Diberitakan sebelumnya, Polres Cilegon berhasil membongkar jaringan narkoba yang dikendalikan oleh dua orang napi dari Lapas Klas IIA Cilegon. Dua napi tersebut, diketahui bernama Lukman dan Adi.

“Dua napi Lapas Cilegon kami sinyalir mengendalikan bisnis narkoba dari dalam penjara. Ini kami ketahui setelah menangkap anak buah mereka,” kata Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana.

Ia menuturkan, jaringan Lukman terungkap ketika pihaknya menangkap Fabian, di Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang pada Senin (27/1/2020). Sementara, jaringan Adi terungkap setelah polisi menangkap Maryono pada Senin (10/2/2020).

“Maryono kami ringkus, lalu muncullah nama Adi atas hasil interogasi kami,” ujarnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here