Jumat, 22 Februari 2019

Dua Madrasah Swasta Jadi Sekolah Negeri

LEBAK, (KB).- Kementerian Agama (Kemenag) Lebak menetapkan status dua madrasah swasta menjadi negeri. Kedua sekolah yang naik status tersebut, yakni MTs Negeri 5 Cisampih, Banjarsari dan Madrasah Aliyah (MA) Negeri 3 Kecamatan Gunungkencana.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak Sudirman mengatakan, kedua madrasah yang ditetapkan berstatus negeri itu, antara lain MTs Negeri 5 Cisampih, Kecamatan Banjarsari dan MA Negeri 3, Kecamatan Gunungkencana. Kedua madrasah itu dinilai sangat layak dinaikkan statusnya menjadi negeri.

“Sebelumnya kedua madrasah itu dikelola oleh yayasan,” kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak Sudirman kepada Kabar Banten, Jumat (8/2/2019).

Menurut dia, penyelenggaraan pendidikan di kedua madrasah itu sudah berlangsung lama. Selain itu, peserta didiknya juga cukup banyak. Bahkan, tenaga pendidiknya sangat memadai, baik dari jumlah, pendidikan tenaga pengajarnya juga menyandang sarjana kependidikan.

“Kami mendorong madrasah yang baru ditingkatkan status negeri dapat meningkatkan kualitas akademik untuk mencetak siswa berprestasi,” ucapnya.

Selama ini, kata dia, pendidikan madrasah yang berstatus negeri di Kabupaten Lebak relatif kecil. Sebagian besar dikelola oleh yayasan atau masyarakat. Jumlah madrasah di Kabupaten Lebak terdapat 215 MI (setara SD), 198 MTs (setara SLTP) dan 65 MA (setara SLTA). “Namun, madrasah yang berstatus negeri untuk MI sebanyak 2 unit, MTs 5 unit dan MA 3 unit,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya setiap tahun mengusulkan kepada Kemenag di Jakarta untuk penetapan madrasah berstatus negeri. “Kami berharap setiap tahun ada madrasah yang menjadi status negeri,” tuturnya.

Ia mengatakan, selama ini madrasah memiliki kelebihan dibandingkan sekolah umum yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Madrasah khusus mata pelajaran yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan bahasa Arab yang diatur dalam kebijakan tersendiri oleh Kemenag.

Ia menjelaskan, berdasarkan kebijakan Kemenag yang tertuang dalam keputusan menteri agama, kata dia, mata pelajaran PAI dan bahasa Arab tidak kembali ke Kurikulum 2006, tetapi tetap menggunakan Kurikulum 2013. “Kami sudah menerapkan Kurikulum 2013 untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah,” ucapnya. (PG)*


Sekilas Info

Kenalkan Prokasih, UPI Serang Kunjungi Unsera

SERANG, (KB).- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang mengunjungi Universitas Serang Raya (Unsera) untuk memperkenalkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *