Dua Hari Bersama Lanal Banten, SMN Aceh Dikenalkan Alutsista

CILEGON, (KB).- Beberapa hari ini, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten kedatangan rombongan siswa dari Provinsi Aceh. Mereka adalah para siswa yang tengah mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (SMN).

Untuk diketahui, program SMN merupakan program Kementerian Badan Umum Milik Negara (BUMN) yang bertujuan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air kepada masyarakat sejak dini. Di setiap provinsi, Kementerian BUMN menunjuk salah satu perusahaan sebagai panitia program SMN.

Sementara di Banten pihak kementerian menunjuk BULOG sebagai panitia. BULOG pun mengajak para peserta untuk mengenal lebih dekat dengan TNI. Khususnya tentang alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik angkatan laut.

Lantaran itulah Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Golkariansyah secara khusus mendatangkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Halasan-630. Di mana, kapal tersebut merupakan kapal perang kelas 60 meter atau kapal pemukul reaksi cepat dan digawaingi oleh Komandan Letkol Laut (P) Faisal.

Peserta SMN pun diajak naik KRI yang sandar di Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Selasa (20/8). Danlanal Banten Letkol Laut (P) Golkariansyah mengatakan, pihaknya menerima kunjungan SMN asal Provinsi NAD selama dua hari pada 19 – 20 Agustus 2019.

“Antusiasme para siswa tidak sampai disitu, peserta dibekali dengan materi tentang bahaya narkoba, pergaulan sehat, bela negara, cinta tanah air, wawasan kebangsaan, rela berkorban dan pancasila. Para peserta juga terus dikenalkan dengan dengan tradisi-tradisi yang ada di TNI AL seperti apel makan siang,” kata Danlanal.

Menurut Danlanal, peserta SMN diberikan giat fun games, pengenalan alat selam dan snorkeling. Permainan yang diajarkan diharap untuk menjadi seorang yang bertanggung jawab dan pemimpin yang mampu membawa team nya menjadi pemenang, serta menguji kekompakan.

“Disamping itu permainan ini juga bisa mempererat tali persaudaraan diantara mereka yang berasal dari kabupaten atau kota yang berbeda-beda di Provinsi Nangroe Aceh Darusalam,” ujarnya.

Danlanal juga mengatakan, para peserta SMN juga di kenalkan dengan KRI Halasan-630 selaku salah satu alutsista milik TNI AL di bawah jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmada I. Dimana kapal perang dalam fungsinya mempertahankan keamanan wilayah laut, mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat.

“Kapal berukuran panjang 60 meter, lebar 8,10 meter, dan berat 460 ton ini memiliki sistem pendorong handal yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 28 knot. Nama Halasan merupakan berasal dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yaitu senjatan tradisional berupa piasu atau pedang,” tuturnya.

Ia menambahkan, selama berada di KRI Halasan, para peserta SMN di ajak berkeliling keseluruh bagian kapal diantaranya bagian haluan, buritan, anjungan dan geladak meriam. Dengan harapan dapat mengenalkan kapal perang yang merupakan hasil produksi dalam negeri kepada para siswa-siswi SMN asal NAD.

Sementara itu, Komandan KRI Halasan-630 Letkol Laut (P) Faisal mengatakan, selama berada di KRI Halasan, para peserta SMN di ajak berkeliling keseluruh bagian kapal diantaranya bagian haluan, buritan, anjungan dan geladak meriam. Dengan harapan dapat mengenalkan kapal perang yang merupakan hasil produksi dalam negeri kepada para siswa-siswi SMN asal NAD.

“Diharapkan mampu memotivasi para siswa, bangga dengan karya anak bangsa dan kedepan bisa optimis dengan keunggulan SDM yang dimiliki, supaya bisa bersaing khususnya dalam hal pengembangan teknologi. Agar para peserta lebih giat belajar dan selalu focus. Focus yang dimaksud ialah Follow One Course Untill Success,” ucap Faisal. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here