Senin, 18 Februari 2019
Direktur Lalulintas Polda Banten, AKBP Wibowo (kiri) bersama personil Ditlantas saat mendirikan tenda pengungsian di Kampung Cibenda, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang

Dua Hari Belum Dapat Bantuan, Polda Banten Bantu Pengungsi di Perbukitan

PANDEGLANG (KB).- Polda Banten membantu warga Kampung Cibenda, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang yang mengungsi di perbukitan menyusul terjadina bencana tsunami. Sampai Senin (24/12/2018), mereka masih bertahan di sana karena ketakutan terjadi bencana tsunami susulan.

Lokasi pengungsian berjarak sekitar 1 km dari kampung warga. Melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), Polda Banten memberikan bantuan berupa dua unit tenda besar, selimut, air mineral, dan sembako.

Sebelumnya, selama dua hari, warga lima rukun tetangga (RT) Kampung Cibenda itu dalam kondisi memprihatinkan. Mereka terpaksa mendirikan tenda darurat dari plastik tanpa alas di areal persawahan yang bukan diperuntukan sebagai areal pengungsian.

Selama dua hari, mereka mengaku belum tersentuh bantuan apa pun dari pemerintah. ” Sekarang bantuan sudah datang dari petugas lalu lintas berupa dua tenda besar, selimut,  air mineral dan sembako. Saya berterima kasih kepada Kapolda Banten yang telah mengirimkan bantuan,” tutur Angkri, Ketua RT 11/04 Kampung Cibenda, Senin (24/12/2018).

Sebelum datang bantuan dari Polda Banten, Angkri mengaku sangat khawatir dengan kondisi warganya. Mereka tidur beratap plastik tanpa alas. Mereka juga tidak mempunyai bahan makanan, sehingga kondisi warga rentan sakit dan kelaparan.

“Untuk kembali ke rumah, warga tidak berani karena belum ada pemberitahuan terkait soal keamanan bencana. Sekarang, alhamdulillah, bantuan sudah ada dan sangat bermanfaat bag i warga,” ujar Angkri yang mengaku bertugas di PLTU Labuan.

Direktur Lalulintas Polda Banten AKBP Wibowo menjelaskan bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Polda Banten terhadap masyarakat yang terdampak bencana tsunami.

“Setelah mengetahui ada kondisi warga seperti itu, Kapolda langsung memerintahkan untuk segera mengirimkan bantuan,” kata Wibowo di lokasi pengungsian.

Wibowo menilai kondisi warga di pengungsian memprihatinkan karena harus tinggal di areal persawahan dengan tenda plastik seadanya tanpa alas. Hujan yang terus mengguyur dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan para pengungsi.

Menurut Wibowo, dilihat dari segi keselamatan, lokasi tersebut relatif aman jika terjadi tsunami susulan karena posisinya berada di perbukitan. Akan tetapi, karena kondisi tempat pengungsian seadanya sangat rentan terkena penyakit.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban warga,” katanya. (IF)***


Sekilas Info

Gelar TMS di Pandeglang, Kemensos Berikan Pelatihan Tanggap Bencana

PANDEGLANG, (KB).- Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menggelar pelatihan dan penyuluhan kesiapsiagaan terhadap bencana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *