Dua Bulan Pascabencana Tsunami Selat Sunda, Tingkat Hunian Hotel Baru 10 Persen

SERANG, (KB).- Tingkat hunian hotel di wilayah terdampak tsunami Selat Sunda baru mencapai 10 persen, dari jumlah kamar yang tersedia. Seiring perjalanan waktu, tingkat hunian ini diperkirakan akan merangkak naik sampai angka 40 persen.

Ketua PHRI Banten Ahmad Sari Alam mengatakan, pihaknya bersama instansi lain sudah berupaya membangkitkan wisata wilayah terdampak tsunami. Sampai saat ini peningkatan tingkat hunian baru diangka 10 persen.

“Untuk saat ini tingkat hunian hotel dan restoran di Anyer, Kabupaten Serang, hingga Labuan, Kabupaten Pandeglang masih kurang beruntung. Sampai saat ini posisi hunian rata-rata 10 persen terisinya,” katanya, Senin (25/2/2019).

Meski belum tumbuh secara signifikan, pihaknya tidak akan menyerah terus berupaya melakukan promosi wisata. Terdekat, pihaknya akan mengajak biro perjalanan untuk berwisata ke Anyer. “Minggu ini kita mendatangkan biro travel se-Jabotabek untuk berwisata di Anyer dengan harga kamar discount 50 persen. Sebelumnya kita juga membuat Carnaval Lunar di beberapa titik,” ujarnya.

Selain itu, ada juga upaya lain yakni membersihkan pantai dengan menggandeng Direktorat Polair Polda Banten. “Harapannya sih dengan seluruh kegiatan yang kita lakukan dengan menggandeng sejumlah pihak dapat membantu mempercepat pemulihan kawasan wisata,” ucapnya.

Ia memperkirakan, pemulihan wisata terdampak tsunami membutuhkan waktu yang cukup panjang. “Butuh waktu enam bulan. Kita juga memperkirakan tingkat hunian hotel akan tumbuh rata-rata 40 persen,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, bencana tsunami memberikan dampak besar pada beberapa bidang, salah satunya perekonomian masyarakat. “Jadi bukan hanya masyarakat yang terdampak bencana saja. Tapi juga ekonomi masyarakat juga terganggu. Yang tak kalah penting itu pascabencana,” katanya.

Terkait pemulihan pascabencana, lanjut dia, hal itu membutuhkan sinergi dari pemerintah pusat, daerah dan swasta. “Perlu kerja sama dalam proses pemulihan baik secara fisik, pelayanan di tempat-tempat wisata di daerah bencana. Kita fokus bagaimana aktivitas wisata bisa kembali secara bertahap,” tuturnya.

Pihaknya sendiri sudah berupaya mengarahkan stakeholder untuk menggelar kegiatan di kawasan Anyer sampai Labuan. “Waktu awal Januari lalu kita juga memfasilitasi kegiatan Kementerian Pariwisata di Hotel Marbella, lalu awal Februari juga ada kegiatan di Carita. Dan nanti tanggal 1 April akan ada deklarasi Selat Sunda Aman yang akan digelar di Tanjung Lesung,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here