Dr. Gabriel Facal, Perintis Pencak Silat Banten di Prancis

Nama Gabriel Facal, bagi pegiat seni beladiri pencak silat di Banten, tentu bukan sosok yang asing. Terutama bagi peguron pencak silat, tempat Gabriel menimba ilmu. ¬†Peneliti Centre de recherches sur l’Asie du Sud-Est (CASE) Prancis ini, menganggap Banten sudah menjadi negara kedua setelah negara kelahirannya di Prancis. Pada 2013, ia mendirikan sebuah Paguyuban Silat Dasar Cimande di Prancis.
“Saat ini perkembangan pencak silat di Prancis dan sejumlah negara Eropa sudah menggeliat. Namun saat ini masih terkendala terutama para guru silat dari Banten,” kata Gabriel.

Ia mengharapkan ada kerja sama dari Banten dalam mengirimkan para guru pencak silat di Banten sebagai duta seni budaya pencak silat. “Ini juga sebagai bentuk dalam memgembangkan pencak silat,” tutur pemegang gelar doktor dari Institut de recherches Asiatiques (Irasia) Marseille Prancis ini.
Gabriel mengaku dirinya tertarik belajar pencak silat di Banten karena didasari hobi bela diri. “Saya tertarik dan langsung belajar ke Banten pada 2004. Saya belajar pencak silat di peguron yang ada di Banten,” ucapnya.

Menurutnya, pencak silat Banten berbeda dengan silat lainnya yang ada di Indonesia. Ia menuturkan, pencak silat Banten bersifat inklusif, bukan hanya bela diri dan seni, tetapi juga berbau mistis dan religius. “Silat Banten menyatukan dua aspek dalam satu praktik yang sama, yaitu aspek kekuatan dan keyakinan. Keduanya saling melengkapi satu sama lain,” tuturnya yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini.

Meskipun demikian, Gabriel mempelajari pencak silat di Banten hanya yang bersifat lahiriyah saja. Sedangkan pencak silat dengan tenaga dalam maupun lainnya, tidak dia geluti. Gabriel mengatakan, dia mempelajari berbagai aliran silat seperti Penca Cimande di Bogor dan Garut, TTKDH di Pamarayan, dan Garis Paksi di Bandung. Dari berbagai pengalamannya mempelajari pencak silat, Gabriel menuliskan dalam buku tentang silat Banten dalam bahasa Prancis yang berjudul La foi et la force. L’art martial silat de Banten en Indon√©sie.

Pada tahun 2016 buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Keyakinan & Kekuatan Seni Bela Diri Silat Banten dan diterbitkan oleh O’ong Maryono Pencak Silat Award bekerja sama dengan Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Buku ini menjelaskan tentang sejarah, penyebaran, karakteristik, dan lima aliran silat Banten. Pada Selasa (1/8/2017), Gabriel bersama peneliti wayang golek Dr. Sarah Andrieu datang ke Banten untuk menjadi narasumber seminar internasional bertajuk “Industri Kreatif, Seni dan Pariwisata, Sebuah Perbandingan Prancis dan Banten” di Auditorium Untirta. (Suni/KB)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here