DPUTR Kota Cilegon Gandeng Konsultan, Jalan Aat Rusli Banyak Masalah

Pekerja melaksanakan proyek pembangunan Taman Median Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon beberapa waktu yang lalu. Pemkot Cilegon memutuskan mengubah nama jalan tersebut menjadi Jalan Aat Rusli.*

CILEGON, (KB).- Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon berencana menggandeng jasa konsultan untuk menyelesaikan banyaknya masalah di sepanjang Jalan Aat Rusli (JAR), mulai dari saluran drainase mampet, banyaknya pedagang, hingga bangunan liar.

Kepala Bidang Bina Marga (BM) pada Dinas PUTR Kota Cilegon Retno Anggraeni mengatakan, permasalahan di sepanjang JAR cukup kompleks. Lantaran itulah pihaknya ingin melakukan analisa, sekaligus mencari solusi terkait persoalan-persoalan tersebut.

“Banyak sekali permasalahan seputar JAR, itu mulai titik nol hingga ujung jalan. Makanya kami akan gunakan jasa konsultan untuk menganalisa dan mencarikan solusi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/2/2020).

Menurut Retno, badan jalan di JAR setiap selesai hujan sulit kering. Genangan air tidak mudah surut lantaran saluran drainase terganggu.

“Lubang saluran itu banyak yang tertutup. Tidak hanya karena ada sedimen, tapi ada juga perusahaan yang membuat jalur masuk, lalu menutup saluran drainase,” ujarnya.

Retno menuturkan, sejumlah titik di JAR pun kerap terjadi kecelakaan. Pihaknya ingin menganalisa apakah desain JAR perlu diubah atau tidak.

“Misalnya tanjakan Lebak Denok, itu kan sering kali ada kecelakaan. Begitu pula di Simpang Kepuh, kami perlu analisa penyebabnya dan solusinya harus seperti apa,” tuturnya.

Keberadaan para pedagang dan bangunan-bangunan liar di sepanjang JAR pun menjadi persoalan berikutnya. Terlebih para pedagang pinggir jalan yang masuk wilayah Kabupaten Serang.

“Terkait persoalan itu, kami siap berkoordinasi dengan Satpol PP Cilegon dan Satpol PP Kabupaten Serang. Jika itu memang isi dari hasil DED nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan Bidang Bina Marga pada Dinas PUTR Kota Cilegon Andi Badru Jaman menuturkan, akan mengusulkan lelang konsultan dalam waktu dekat. Saat ini, pihaknya tengah fokus pada agenda pembebasan lahan Jalan Lingkar Utara (JLU).

“Kemungkinan pertengahan Maret, akan kami usulkan lelang konsultannya,” katanya.

Menurut Andi, JAR pun masih minim rambu lalu-lintas. Maka itu, siap berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon.

“JAR butuh sejumlah rambu, seperti rambu maksimal kecepatan, batas tonase, dan lain-lain. Maka itu, kami pun siap berkoordinasi dengan Dishub kaitan rambu-rambu,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here