DPUPR Banten Buka Tiga Ruas Jalan Baru

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten berencana membuka tiga ruas jalan baru yang menghubungkan Kabupaten dan Kota Serang. Penetapan lokasi (penlok) berlangsung tahun 2019 kemudian pembebasan 2020 dan fisik rencananya dilakukan pada 2021.

Demikian terungkap dalam acara konferensi media yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKSP) Banten. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Dinas DPUPR Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (12/11/2019).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPUPR Provinsi Banten Roby Cahyadi mengatakan, jalan baru yang akan dibangun yaitu Cikeusal (Kabupaten Serang-Boru (Kota Serang) sepanjang 10,5 kilometer, Palima (Kota Serang-Baros (Kabupaten Serang) sepanjang 4,4 kilometer dan Banten Lama (Kota Serang)-Tonjong (Kabupaten Serang) sepanjang 1,5 kilometer. “2020 pembebasan lahan. Kalau fisik serial 2021,” ujarnya.

Ruas Cikeusal (Kabupaten Serang-Boru (Kota Serang) dibangun guna membuka akses dari pintu tol Serang-Panimbang di Cikeusal yang langsung menuju Boru, Kota Serang. Selama ini pintu tol Serang Timur sendiri seringkali menyebabkan kemacetan karena aksesnya langsung menuju kota. Kemudian untuk Palima (Kota Serang-Baros (Kabupaten Serang) untuk mengurai kemacetan di Pasar Baros. Sedangkan yang Banten Lama (Kota Serang)-Tonjong (Kabupaten Serang) untuk membuka akses menuju kawasan Banten Lama.

Rencana pembukaan jalan baru sendiri dilakukan mengingat biayanya yang lebih murah dibanding melebarkan jalan yang sudah ada. Selain lahan, biaya pembebasannya juga akan lebih mahal. “Itu salah satu cara kita untuk efisiensi anggaran,” katanya.

Ia mengatakan, rencana pembangunan jalan baru sudah mulai digarap per tahun ini dengan melakukan penetapan lokasi. Selanjutnya atau pada 2020 akan ditindaklanjuti melalui pembebasan lahan dan pembangunan fisiknya ditargetkan dikerjakan pada 2021. “2018, 2019, 2020 kita masih bicara soal jalan rusak. Tapi mulai 2020 juga kita mulai berbicara pelebaran jalan, pembangunan jalan baru sampai 2022,” ucapnya.

Lebih lanjut dipaparkan Roby. Ia mengatakan, selain pembukaan ruas jalan baru, pihaknya juga akan melakukan pelebaran disejumlah ruas jalan perkotaan. Meski demikian, untuk yang satu ini DPUPR akan menerapkan skla prioritas. Sebab, pelebaran jalan di perkotaan membutuhkan dana yang tak sedikit.

“Pelebaran jalan di Kota Tangerang atau Tangerang Selatan misalnya, itu harga lahan per meternya saja sudah mencapai Rp 6 sampai Rp 8 juta per meter. Kalau ke sana semua nanti (program yang lain) enggak kebagian anggaran),” tuturnya.

Kepala Diskominfotiksa Provinsi Banten Komari mengatakan, infrastruktur berikut kesehatan dan pendidikan ditetapkan menjadi program prioritas Pemprov Banten. Tiga urusan tersebut mendapatkan porsi anggaran yang lebih agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. “Kami menaruh perhatian lebih ketiga urusan bidang tersebut,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here