DPRD Pandeglang Ultimatum‎ Pengusaha Waralaba‎

PANDEGLANG, (KB).- Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pandeglang, H. Tjetjep Munadjat mengultimatum bos atau pengusaha  waralaba seperti Indomart dan Alfamart agar mematuhi peraturan daerah (Perda) tentang waralaba.

Selain itu, waralaba yang berdiri di Pandeglang wajib mendistribusikan dana Coorparate Social Responsibility (CSR), kalau keuntungannya sudah mencapai Rp 100 juta per tahun. Hal itu dikatakan Tjetjep saat sosialisasi Perda tentang waralaba di Kecamatan Panimbang, Rabu (29/11/2017).

Acara sosialisasi tersebut dihadiri dua  tokoh masyarakat Pandeglang selatan,  H. Ali Balpas, dan Ade Asnawi. ‎ Menurut Tjtetjep, Perda waralaba yang baru mengatur jarak pendirian ritel baik itu alfamart, indomart, pasar modern yang tadinya 200 meter dari pasar tradisional, menjadi 500 meter.

Selain itu, setiap waralaba wajib untuk menjaga keamanan. Ketertiban.  “Waralaba wajib memasarkan hasil produk lokal UMKM. Jika tidak mematuhi peraturan, kami akan memanggil pihak waralaba,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat selatan, Ali Balpas mendukung langkah dewan untuk mengatur perdagangan pasar modern yang kian marak di Pandeglang. Oleh karena itu,pihaknya berharap pengusaha modern tetap mematuhi perda. Sebaliknya pengusaha tradisional harus ikut mendukung perkembangan pasar,sepanjang itu memberikan manfaya besar bagi pertumbuhan perekonomian yang sehat. (PG)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here