DPRD Kota Serang Usulkan Perda Diniyah

SERANG, (KB).- Beberapa kebijakan tentang pendidikan keagamaan di Kota Serang, masih di arah yang belum jelas. Maka dari itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang akan mengusulkan, agar anak yang akan melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama (SMP), harus memiliki ijazah Madrasah Diniyah, agar tidak ada lagi masyarakat yang buta huruf Alquran.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Serang Muhtar Effendi seusai rapat paripurna tentang tanggapan fraksi-fraksi DPRD terhadap pendapat Wali Kota Serang atas Raperda usul DPRD Kota Serang dan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Serang di Ruang Paripurna DPRD Kota Serang, Senin (27/1/2020).

Raperda tersebut, yaitu perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2010 tentang Wajib Belajar Pendidikan Diniyah dan perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah.

“Kami ingin ada pengawalan yang jelas, jangan ada siswa masuk SMP tidak diperkuat adanya ijazah Madrasah Diniyah artinya harus punya ijazah atau surat kelulusan. Jadi terintegrasi dan lebih teruji, kan yang terpenting pemberantasan buta huruf Alquran, dengan kearifan lokal di Kota Serang,” katanya.

Raperda tersebut, ujar dia, nantinya tidak akan mentok dalam pendidikan Madrasah Diniyah saja, melainkan seluruh aktivitas keagamaan, sehingga masyarakat dapat mengerti, bahwa pendidikan keagamaan tidak hanya di Madrasah Diniyah saja.

“Ini banyak juga masukkan dari masyarakat dan harus kami evaluasi, banyak yang belum maksimal yang perlu kami perbaiki,” ucapnya.

Wali Kota Serang Syafrudin menuturkan, pada dasarnya Pemkot Serang memiliki keinginan yang sama dengan DRPD Kota Serang, yakni perubahan perda wajib belajar pendidikan diniyah harus dibuatkan yang baru, sehingga aturan lebih jelas dan dapat diterima oleh masyarakat Kota Serang.

“Untuk uraiannya yang spesifik nanti di pansus, apa saja nanti yang dimunculkan. Pendidikan apa dalam agama, jadi ini tidak spesifik atau hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat tidak terperinci total,” tuturnya.

Dalam raperda tersebut, juga akan dibahas lebih kepada teknisnya, sehingga segala kebutuhan pendidikan keagamaan dapat terakomodir. “Seperti masuk sekolah dasar (SD) harus punya ijazah atau bisa membaca Alquran dulu. Karena, pendidikan agama ini kan sangat penting,” katanya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here