DPRD Kota Serang Minta Perpustakaan Hingga ke Pelosok

SERANG, (KB).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang meminta kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kota Serang untuk bisa mendekatkan perpustakaan pada masyarakat khususnya yang ada di pelosok.

Hal tersebut, agar perpustakaan dapat diakses lebih mudah, sekaligus mempercepat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kota Serang.

Anggota Komisi I DPRD Kota Serang Muhtar Effendi mengatakan, perpustakaan seharusnya berada di tengah-tengah masyarakat.

“Dinas Perpustakaan harus membuka akses kepada seluruh masyarakat Kota Serang, sehingga semua bisa merasakan kehadiaran perpustakaan, entah di sekolah, entah di lingkungan masyarakat,” katanya, Jumat (14/2/2020).

Ia mempertanyakan keberadaan perpustakaan yang ada di kelurahan-kelurahan. Sebab, menurut dia, masyarakat di sana lebih membutuhkan untuk mengembangkan pengetahuan.

“Sekarang sudahkah perpustakaan menjangkau setiap kelurahan, karena bukan hanya masyarakat yang ada di pusat kota saja yang membutuhkan, mereka pun sangat membutuhkan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dia meminta, agar perpustakaan keliling dapat lebih dimaksimalkan, sehingga dapat diolah dengan kegiatan yang kreatif untuk memicu masyarakat, agar lebih gemar membaca.

“Programnya harus lebih kreatif lagi, agar masyarakat bisa mudah mengakses perpustakaan. Kami akan dorong, agar perpustakaan ini bisa ada di setiap lingkungan masyarakat Kota Serang,” ucapnya.

Sementara, Kepala DPKD Kota Serang Wahyu Nurjamil menuturkan, pihaknya telah merencanakan penyediaan perpustakaan di kelurahan-kelurahan. Untuk tahun ini, pihaknya baru akan menyediakan di satu kelurahan yang ada di Kecamatan Cipocok Jaya.

“Mulai tahun ini DPKD akan menyediakan perpustakaan di kelurahan yang ada di Kecamatan Cipocok Jaya, tapi untuk kelurahannya masih tentatif bergantung permintaan,” tuturnya.

Untuk menunjang kebutuhan perpustakaan tersebut, pihaknya akan kembali menyediakan tujuh perpustakaan di kelurahan. Kemudian, penyediaan tersebut, akan terus dikejar dengan target selesai sampai 2023 mendatang.

“Kami akan laksanakan sampai 2023, untuk targetnya mengikuti rencara strategis. Tahun 2022, yaitu 15 ruang baca dan 2023, yaitu 20 ruang baca. Tapi ini tentatif bergantung evaluasi efektivitas,” katanya.

Selain perpustakaan, pihaknya juga akan membangun depo arsip. Bahkan, dia akan mengajukan anggaran pembangunan depo arsip melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang 2021 dengan estimasi anggaran sekitar Rp 1 miliar.

“Jadi itu hanya depo arsip saja yang diajukan anggarannya melalui APBD 2021. Untuk kantornya itu nanti tetap digabung sama kantor pelayanan perpustakaan,” ujarnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here