Senin, 22 Oktober 2018
Bencana Banjir di Kota Cilegon beberapa waktu yang lalu*

DPRD Kota Cilegon Soroti Masalah Banjir

CILEGON, (KB).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, menyoroti bencana banjir yang melanda Kota Cilegon, beberapa hari lalu. Para wakil rakyat daerah itu menyampaikan sejumlah saran kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam mengatasi banjir.

Saran legislatif tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cilegon di Gedung DPRD Kota Cilegon, Jumat (27/4/2018).
Ketua DPRD Cilegon Fakih Usman Umar menyarankan agar eksekutif dan legislatif harus merencanakan kembali tentang penataan dan revitalisasi daerah aliran sungai (DAS) dan memperbaiki drainase.

Menurut Fakih, aliran-aliran sungai yang melintasi Kota Cilegon dari Kecamatan Mancak Kabupaten Serang perlu diperbaiki dan diperlebar. Namun langkah tersebut harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Serang. Karena, sebagian sungai tersebut hulunya berada di Kabupaten Serang.

Selain itu, saluran pembuangan aliran air yang berada di Grogol dan Merak kurang memadai dan terjadi penyempitan saluran air di kawasan industri akibat banyak kegiatan galian C. Pembenahan drainase di sepanjang jalan yang ada di Kota Cilegon terutama di jalan protokol harus segera dilaksanakan.

“Bahkan harus dibuatkan tandon-tandon air ke seluruh kecamatan terutama yang rawan banjir.Dan semua hal tersebut adalah dan solusi yang harus dilakukan oleh semua. Karena pada hakekatnya musibah merupakan ujian yang harus diterima,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, Pemkot Cilegon saat ini sedang berusaha melakukan pendataan dan melakukan langkah-langkah konkret dalam penanganan banjir. “Upaya penanganan musibah banjir telah dilakukan oleh Pemkot Cilegon dengan membuka posko crisis center di sekretariat Palang Merah Indonesia (PMI). Kami telah mendistribusikan bantuan makanan ke seluruh wilayah yang terkena dampak banjir,” tuturnya.

Khusus untuk ambruknya jembatan di Jalan Lingkar Selatan (JLS), kata Edi, Pemkot Cilegon telah mengumpulkan data. Namun butuh waktu dalam rangka membangun kembali jalan tersebut, sehingga pengguna kendaraan yang melintas di JLS tidak terganggu. “Khusus untuk JLS, kami akan meminta bantuan kepada Pemprov Banten agar bisa membantu perbaikan tersebut, karena jalan tersebut merupakan penghubung antar kabupaten/kota,” ucapnya.

Sementara itu Gubernur Banten Wahidin Halim yang hadir dalam rapat paripurna tersebut mengatakan, pemprov akan berusaha dan melakukan komunikasi dengan pusat, mengingat banyaknya infrastruktur yang perlu dilakukan perbaikan. “Kalau memang kewenangan di pusat, maka kami akan melakukan komunikasi. Akan tetapi, kalau kewenangannya provinsi, nanti akan dibantu,” kata WH.

Disinggung mengenai usia Kota Cilegon yang ke-19, WH yang mantan Wali Kota Tangerang ini menjawab perkembangan Kota Cilegon sangat maju pesat. Bahkan dalam angka IPM, kata dia, di atas rata-rata. Hal itu berkat semua kepemimpinan dan kerja keras seluruh stakeholder.

Kota Cilegon, kata dia, telah maju pesat dalam perkembangannya. Indeks Pembangunan Nasional di atas rata-rata, bahkan provinsi juga di bawah. Selain itu, dalam angka harapan hidup juga ada peningkatan di atas 70 persen. Di bidang pendidikan mengalami kemajuan pada angka harapan sekolah lanjutan. Untuk kesehatan juga tentunya ada peningkatan walau tidak signifikan.

“Peningkatan di berbagai bidang harus terus dipertahankan. Jika perlu dapat ditingkatkan kembali, sehingga Kota Cilegon yang usianya masih muda dapat menjadi salah satu Kota yang diandalkan di Banten,” ujarnya. Gubernur Banten berharap semua sektor mengalami peningkatan, sehingga Kota Cilegon bisa berdiri sejajar dengan kota-kota lainnya di seluruh Indonesia. (HS)*


Sekilas Info

Santri Cilegon Baca Shalawat 1 Milyar

CILEGON, (KB).- Ribuan santri dari berbagai daerah se-kota Cilegon berkumpul di alun-alun, guna merayakan Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *