DPRD Kabupaten Serang Minta Izin Perumahan Diperketat

SERANG, (KB).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memperketat perizinan untuk membangun perumahan. Hal tersebut dilakukan, agar tidak ada perumahan yang terendam banjir seperti saat ini.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Ahmad Zaeni mengatakan, ke depan, dia meminta, agar izin perumahan tidak segampang itu dikeluarkan. Untuk dapat mengeluarkan perizinan perlu melihat hasil kajian secara mendalam.

Ia menilai saat ini, banyak terjadi banjir di perumahan, karena adanya kesalahan dalam pengkajian ketika pembuatan perumahan. Salah satunya di Perumahan Bumi Ketos Regency (BKR).

“Harusnya pada saat konsultan membuat pemetaan dia (rumahnya) lebih tinggi dari rawa. Ini kan rumah ada di bawah dan sawah di atas,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Kamis (6/2/2020).

Ia menjelaskan, ketika membuat perumahan seharusnya yang betul-betul harus dikaji soal kemungkinan terjadi banjir. Pihaknya meminta kepada para pengembang untuk mencari solusi. Jika memang kekurangan tanggul, maka dia minta segera perbaiki tanggulnya. Jika dalam perencanaan ada rencana membangun tanggul, maka selesaikan.

“Sekarang banjir di mana-mana. Jangan sampai banjir ini berkelanjutan tanpa solusi. Konsultannya lah diperbaiki kalau konsultan pada saat pembuatan cukup baik tidak akan masalah,” ujarnya.

Ia bersama anggota Komisi IV sudah sempat mendatangi perumahan yang terdampak banjir. Ia sempat memanggil dan meminta, agar secepatnya pengembang memperbaiki.

“Karena, ada rencana buat tanggul enam hektare. Kalau itu dibuat insyallah mengurangi masalah. Kalau sekarang mau dibuang ke mana rumah di bawah rawa di atas, jadi sudah (kebanjiran),” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang Imam Gozhali mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membicarakan daerah terdampak banjir, seperti di Bumi Ciruas Permai (BCP) 1 dan Kaserangan.

“Kami sudah hubungi dinas terkait, supaya memperbesar drainase yang ada, sekarang kisaran 10 sentimeter cukup kecil,” tuturnya.

Kemudian, dia menegaskan kepada dinas terkait untuk mengundang pengembang properti di wilayah tersebut. Hal tersebut, karena dasarnya banjir disebabkan adanya urukan, sehingga air meluap ke Perumahan BCP 1 dan 2.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pengkajian ulang properti (pengembang) di Ciruas. Kami sidak ke lapangan secepatnya agenda kami ke Ciruas yang kena banjir,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here