DPKP Kota Serang Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Dokter hewan memeriksa kondisi kesehatan dan kelayakan hewan kurban di salah satu lapak pedagang di Jalan Ki Ajurum, Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (31/7/2019). Petugas gabungan Dinas Pertanian Kota Serang dan Distanak Provinsi Banten melakukan cek kondisi kesehatan hewan sapi dan kambing untuk memastikan kondisi hewan tersebut layak digunakan untuk kurban.*

SERANG, (KB).- Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan (DPKP) Kota Serang memeriksa hewan kurban di sejumlah pedagang yang ada di Kota Serang. Salah satunya di Jalan Ki Ajurum, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (1/8/2019).

Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan (DPKP) Kota Serang Edinata Sukarya mengatakan, pemeriksaan hewan kurban tersebut, baru dimulai dan akan terus dilakukan hingga mendekati Iduladha.

“Kalau ada hewan tidak sehat langsung dipisahkan. Tahun lalu, ada sekitar 63 hewan yang terkena penyakit dan tidak layak dijual, sedangkan untuk di tahun ini kami belum memiliki data, masih berjalan, kan baru mulai,” katanya.

Ia menuturkan, pemeriksaan dilakukan juga untuk mengetahui asa-usul hewan tersebut, seperti domba, sapi, dan kerbau. Sebab biasanya, jika didatangkan dari luar daerah, hewan terkena flu, karena kelelahan atau akibat perbedaan cuaca. “Dikhawatirkan akan ada penyakit bawaan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengecek kondisi lapak penjual. Jangan sampai, ucap dia, hewan kurban yang tadinya sehat menjadi sakit akibat tempatnya yang kotor dan tidak layak.

“Yang harus diperhatikan itu tempatnya harus memenuhi syarat, seperti bersih dan tidak lembab. Kemudian, dari sisi makanan juga harus diperhatikan jangan sampai nanti timbul penyakit seperti antraks. Itu kan berbahaya,” tuturnya.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan dan Veteriner DPKP Kota Serang Ratna mengatakan, ada dua ekor domba yang mengalami flu akibat cuaca dan tidak ditemukan adanya penyakit serius lainnya.

Pantauan di lapangan, ada satu ekor domba yang mengalami kelainan kulit di bagian tubuhnya. Akan tetapi, menurut dia, itu hanya sakit ringan yang bisa diobati dan tidak menularkan penyakit lainnya. Namun tetap saja, domba tersebut tidak diperbolehkan untuk dijual, karena dikhawatirkan timbul penyakit atau keluhan bagi yang mengonsumsinya.

Kemudian, dia mendapati dua ekor sapi perah yang berasal dari luar daerah Banten. Meski terlihat sehat dan cerah, namun dikhawatirkan ada penyakit brucellosis yang mengakibatkan keguguran pada sapi betina.

“Jadi, kami meminta kepada Balai Veteriner Banten untuk mengecek darah sapi-sapi ini. Karena, dua ekor sapi ini didatangkan dari luar Banten. Jadi, nanti sapi ini dicek darahnya, agar wilayah Banten, khususnya Kota Serang tetap terbebas dari brucellosis,” katanya.

Pemilik lapak domba Rahman Taufik menuturkan, memang ada beberapa ekor domba yang terkena sakit mata. Namun, sudah diobati dengan menyiram air garam dan campuran bahan alami.

“Memang ada, tapi sudah diobati. Paling sekitar dua tiga hari sudah pulih kembali. Ini disebabkan debu dari perjalanan. Karena kan domba-domba ini didatangkan dari Garut. Kalau kesehatan lainnya sudah dicek di sana, dari Garut-nya sudah ada yang periksa layak atau tidak untuk dikirim,” ujarnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here