DP3AKB Kota Serang Bina Tujuh Kampung KB

Toyalis.*

SERANG, (KB).- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang sedang memfokuskan program Kampung Keluarga Berencana (KB).

Saat ini, Kota Serang baru memiliki tujuh Kampung KB dan masih dalam proses pembinaan, sehingga perlu untuk dimatangkan, agar dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Kepala DP3AKB Kota Serang Toyalis mengatakan, saat ini baru ada tujuh Kampung KB yang dilakukan pembinaan, di antaranya Kampung Nyapah di Kecamatan Walantaka, Kampung Gelam di Kecamatan Cipocok Jaya, Kampung Kaliwadas di Kecamatan Serang, Karang Anyar dan Sayar di Kecamatan Taktakan, Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, serta Kampung Cibeo, Kecamatan Curug.

“Jadi, sekarang ini kami sedang memfokuskan untuk mematangkan Kampung KB di tujuh kelurahan itu, sehingga nanti salah satu atau bahkan seluruhnya berhasil bisa menjadi Kampung KB percontohan, seperti di Belitung dan Kabupaten Tangerang,” katanya, Rabu (5/11/2019).

Pihaknya juga telah membentuk kelompok kerja (Pokja) dan kader di beberapa kelurahan sebagai syarat penting pembuatan Kampung KB. Nantinya, tugas para kader dan anggota Pokja bisa langsung memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Tentunya dengan didampingi tim penyuluh dari DP3AKB.

“Karena, kami ini tugasnya memberdayakan. Memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada Pokja atau kader yang ada di sana (kelurahan). Tapi, tetap para kader ini akan didampingi oleh tim penyuluh kami, karena bagaimana pun kami tetap harus mendampingi,” ujarnya.

Ia menuturkan, DP3AKB juga meminta kelurahan untuk mengajukan pembangunan gedung terpadu, sehingga ketika ada pembinaan dan kegiatan yang berkaitan dengan Pokja dan peningkatan KB bisa memanfaatkan gedung tersebut. “Kami bantu dorong itu bangun gedung terpadu seperti di Kampung KB lainnya,” ucapnya.

Kepala Seksi (Kasi) Penggerakan DP3AKB Kota Serang Imas Hotimah menjelaskan, tujuan dari dibentuknya Kampung KB, adalah untuk menanamkan kepercayaan masyarakat tentang Keluarga Berencana.

Sebab, dalam membangun suatu Kampung KB, harus memiliki delapan fungsi keluarga, di antaranya fungsi reproduksi, kasih sayang, cinta kasih, sosial budaya, perlindungan, sosialisasi pendidikan, fungsi ekonomi, dan pemeliharaan lingkungan.

“Jadi, delapan fungsi keluarga itu sangatlah penting dalam membentuk karakter masyarakat, untuk membuat Kampung KB. Sebab, kampung tersebut, akan tumbuh dan berkembang apabila masyarakat memahami terhadap KB. Memang, ini kan sangat berpengaruh,” tuturnya.

Sebab, kata dia, selama ini, masyarakat masih sangat rendah dalam pemahaman KB. Kemudian, lingkungan juga menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh.

“Kesehatan lingkungan atau kesling-nya masih kurang bagus. Jadi, masih perlu kami matangkan dulu dan memberikan pembinaan secara bertahap bagi masyarakat,” katanya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here