Dosen Dituntut Melek Teknologi

SERANG, (KB).- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meminta dosen untuk melek teknologi menghadapi era Industri 4.0. Alasannya, agar dosen tidak tertinggal dan dituntut menjadi modal utama perubahan zaman.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti, saat menjadi pembicara seminar “Strategi pengembangan karier jabatan fungsional dosen”, di Auditorium Universitas Serang Raya (Unsera), Kamis (17/1/2019).

“Kesiapan dosen harus jadi modal utama dalam perubahan zaman. Jadi, dosen harus melek perubahan teknologi untuk menghadapi era industi 4.0,” kata Ali kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, pemerintah akan memfasilitasi dosen untuk siap melek perubahan teknologi. Pihaknya akan mengalokasikan khusus untuk gedung dan sarana prasarana hingga Rp 1,6 triliun. Bahkan, tahun 2019 pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengalokasikan dana abadi untuk penelitian sebesar Rp 990 miliar.

Anggaran tersebut khusus untuk inovasi, meneliti, sehingga dosen bisa mentransformasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan, seni dan teknologi yang terus berkembang.

“Alokasi tersebut diberikan untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Untuk infrastruktur, baru PTN meskipun kami juga mengalokasikan anggaran untuk PTS,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya mengadakan pelatihan khusus membuat metodologi penelitian yang baik, dengan menulis karya ilmiah.

“Mengapa dosen-dosen banyak yang belum menulis, karena dosen terlalu banyak mengajar. Kami juga mengirimkan dosen-dosen terbaik ke universitas yang maju untuk menambah ilmu. Dosen akan tinggal beberapa bulan untuk belajar di sana,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABPPTS) Banten, Mulya R Racmatoellah mengatakan, fokus utama dari ABPPTS yakni sumber daya, infrastruktur, sistem informasi dan vokasi hukum.

“Masih kurangnya dosen di bidang sains teknologi engineering dan matematika, kami ingin mendorong dosen untuk membuat penelitian. Dosen harus bisa melakukan penelitian dan menulis sebuah karya, dosen juga harus melek teknologi,” katanya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here