Dorong Tingkatkan Wisatawan, BMF II Hadirkan EO Internasional

SERANG, (KB).- Tiga penyelenggara event (EO) internasional akan menjadi narasumber dalam kegiatan Banten MICE Forum (BMF) II yang digelar di Royale Krakatau Convention Exhibition, Kota Cilegon, Jumat (23/8/2019). Penyelenggara BMF II ini adalah DPD Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Banten, Dinas Pariwisata Provinsi Banten, dan Kabar Banten Event Organizer.

Ke tiga nara sumber tersebut adalah Romi (organizer Gaikindo Indonesia International Auto Show/GIIAS), Ndang Mawardi (organizer Jakarta Marathon), dan Didit Siswodwiatmoko (organizer Indonesia International Pet Expo).

Nara sumber lainnya adalah Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, Ketua Umum DPP Asperapi Hosea Andreas Runkat, Head of Sales and Marketing ICE BSD City Siti Karmila, dan GM Tanjung Lesung Resort Widi Asmanto.  Kegiatan BMF II ini akan dipandu Ketua DPD Asperapi Banten Deden Sunandar, dan Sekretaris DPD Asperapi Banten Rachmat Ginandjar.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengapresiasi dan menyambut baik BMF II. Menurut Eneng kegiatan ini bisa meningkatkan kompetensi dan kreativitas para pelaku event serta bisa menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi pemangku kepentingan di bidang MICE.

“Mudah-mudahan forum ini bisa mendorong lahirnya event-event berskala nasional dan intrenasional sehingga bisa membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banten,” katanya seraya berharap BMF II bisa dimaanfaatkan seoptimal mungkin oleh para peserta.

Ajang silaturahmi

Ketua DPD Asperapi Banten Deden Sunandar menjelaskan BMF merupakan event yang menampung kegiatan silaturahmi/pertemuan/networking lintas stakeholder yang berkaitan dengan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)  di Provinsi Banten. Event ini diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Wilayah Provinsi Banten.

Menurut Deden, event tersebut merupakan turunan program DPP Asperapi, yaitu Indonesia MICE Forum, yang saat ini menjadi Indonesia Business Event. Di tingkat nasional, kegiatan tersebut sudah  dilaksanakan tujuh kali sampai tahun 2019. Sementara di Provinsi Banten, pelaksanaan kegiatan BMF ini baru akan kedua kali pada tahun ini.

BMF juga merupakan sarana untuk sharing, edukasi, inspirasi dan menambah wawasan di bidang event/exhibition (MICE) bagi para pelaku usaha yang baru mau merintis dan membuka peluang kerja/usaha di bidang event/exhibition.

“Oleh karena itu, diharapkan, BMF ini bisa mendorong lahirnya pelaku-pelaku usaha baru di bidang event/exhibition,” katanya.

Deden menjelaskan, BMF pernah diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta. Akan tetapi,  sejak 2018, BMF menjadi kegiatan reguler tahunan Asperapi Banten yang diselenggarakan secara mandiri.

“Namun demikian, Asperapi tetap membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin ikut mendukung kegiatan ini, baik pemerintah maupun swasta,” katanya.

Dukung pariwisata banten

Pada bagian lain dia menjelaskan, BMF merupakan bentuk konkret keikutsertaan Asperapi dalam mendukung dan mendorong industri pariwisata di Banten, khususnya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.  Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Banten pada sektor pariwisata.

“Selain itu, diharapkan, BMF dapat menjadi sarana yang bisa mencairkan komunikasi dan koordinasi lintas stakeholder MICE di Banten,” kata Deden

Khusus BMF II pada 2019 ini, lanjut Deden, Asperapi Banten ingin ikut mendorong pemulihan kunjungan wisatawan di Banten pasca bencana Tsunami Selat Sunda. Asperapi juga ingin mendorong dan bersinergi dengan pemerintah daerah yang memiliki semangat dan komitmen membangun /mengembangkan wilayahnya menjadi daerah wisata, yaitu dengan mempersiapkan Calender Event of Banten (CEoB) 2020.

Penyelenggaraan BMF II di Royale Krakatau Convention juga merupakan salah upaya untuk memperkenalkan salah satu venue yang berada di Kota Cilegon. “Manajemen Royale Krakatau Convention sudah siap menjadi venue event-event besar di Banten,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Asperapi Banten Rachmat Ginandjar menambahkan jumlah Peserta BMF II sekitar 150 orang. Mereka terdiri atas unsur pemerintah daerah, lintas stakeholder, pelaku industri event/exhibition, pengelola destinasi, akademisi, dan unsur media.(RP)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here