Dorong Produk Lokal, Pemkot Serang Bangun Sentra UMKM di Banten Lama

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) Kota Serang berencana untuk membuat sentra UMKM di Kawasan Penunjang Wisata (KPW) Banten Lama. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong pengusaha kecil sekaligus mempromosikan produknya kepada masyarakat luas.

Kepala Disperdaginkop dan UKM Kota Serang Yoyo Wicahyono menjelaskan, Jumlah UMKM di Kota Serang saat ini sekitar 10.132, diantaranya jumlah usaha mikro sebanyak 6.815, jumlah usaha kecil 3.294 dan jumlah usaha menengah sebanyak 23 pelaku usaha. Melihat potensi tersebut, pihaknya akan membuat sentra oleh-oleh yang didominasi oleh produk lokal dan UMKM Kota Serang.

“Kalau untuk jumlah pedagang hasil dari pendataan langsung ke pedagang berdasarkan lokasi berjualan, ada 800 pedagang di KPW Banten Lama. Dan itu terbagi, 698 pedagang di lingkungan masjid dan 102 pedagang di eks terminal Kebalen. Dari jumlah tersebut, itu semua merupakan UMKM yang aktif, sehingga nanti mereka terpusat di KPW,” secara keseluruhan,” katanya.

Saat ini, ia menjelaskan, pedagang cinderamata di Banten Lama sekitar 132 pedagang, kemudian dari 800 pedagang, sisanya merupakan usaha kuliner dan pedagang buah. “Iya, kebanyakan itu rata-rata memang pedagang kuliner. Kalau cinderamata itu hanya 132 pedagang. Itu yang sudah terdata oleh kami (Disperdaginkop),” kata Yoyo.

Bahkan, saat ini pihaknya akan menyusun program inkubator wirausaha, untuk meningkatkan pendapatan para UMKM dari produk yang mereka tawarkan. Misalnya, kata dia, pendapatan atau omzet yang awalnya Rp 5 juta bisa meningkat hingga Rp 20 juta. “Itu kan harus kami latih pola pikir dan penanganannya. Jadi, kami berencana untuk membuat inkubator wirausaha,” ujarnya.

Jadi, program itu, ucap dia, tidak hanya sebatas pembinaan saja, namun ada pelatihan-pelatihan bagi pelaku UMKM. Sebab, di zaman sekarang ini kebanyakan masyarakat menginginkan segalanya yang serba cepat. “Jadi nanti, kami buat kontennya secara visual, karena masyarakat sekarang lebih suka yang instan. InsyaAllah, rencananya tahun 2020 nanti,” ucapnya.

Namun, kata dia, dari program tersebut akan dipilah terlebih dahulu, mana yang cocok untuk dijadikan produk unggulan. Kemudian, produk apa saja yang saat ini sudah berjalan dan butuh dikembangkan, sehingga ketika seluruhnya terpusat, pengusaha sudah memiliki produk. “Jadi secara bertahap, target kami itu kan dari mikro ke kecil, dan dari kecil ke menengah,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Serang Syafrudin pun mengatakan, saat ini Pemkot Serang sedang fokus menata UMKM, termasuk ekonomi kreatif. Sebab, dari usaha tersebut dapat membantu mengurangi angka pengangguran di Kota Serang. “Pemkot akan selalu mendukung apapun yang baik dan membantu Kota Serang menjadi lebih baik,” ucapnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here