Dorong Literasi Sampai Tingkat Bawah, Tatu Canangkan 1 RW 1 Pangkalan Baca

Ratu Tatu Chasanah, Bupati Serang.*

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (PEmkab) Serang mencanangkan pembiasaan literasi hingga ke tingkat bawah. Oleh karena itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berencana membentuk pangkalan baca hingga ke tingkat rukun warga (RW) dengan didukung dana desa.

Ia menuturkan, literasi tidak boleh hanya berhenti sampai dunia pendidikan. Lebih penting lagi aparatur pemerintah mulai dari camat sampai kades harus menekankan sampai tingkat RW. Salah satunya dengan memperbanyak pangkalan baca yang sudah digagas di beberapa desa.

“Itu harusnya kades membuat minimal satu desa satu di tingkat RW, supaya masyarakat yang cari informasi bisa mudah, kan banyak petani, nelayan, peternak yang mencari informasi dalam bentuk buku,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui dalam Gebyar Literasi IV di SMP N 1 Kramatwatu, Kamis (9/1/2020).

Untuk sarana dan prasarananya, ujar dia, di tingkat desa nantinya akan diwajibkan dari dana desa. Untuk saat ini pangkalan baca sudah ada hanya saja jumlahnya belum sesuai target.

“Targetnya bukan desa satu, tapi setiap RW satu. Kalau buku di Dindik buku pelajaran pasti (pengadaan), buku bacaan umum selain dari anggaran kami akan coba dari CSR (corporate social responsibility). Harusnya dia masukan ke dana desa, jadi selain dari dinas mobil ada juga pangkalan baca bisa pos ronda dirapikan siang ditata malam dirapikan,” ucapnya.

Menurut dia, literasi di Kabupaten Serang terus meningkat. “Kalau dari persentase kelihatannya (literasi) kami terus meningkat. Hanya belum sesuai target kami,” tuturnya.

Sebab, kata dia, pihaknya menekankan, agar anak-anak, guru, dan orangtua terbiasa dengan membaca. Literasi memiliki makna yang luas bukan hanya membaca, namun juga dalam bidang seni dan kreasi.

“Makanya, kegiatan seperti ini (Gebyar Literasi) terus kami dorong untuk memberi ruang pada anak dan guru, agar bisa menampilkan kreasi. Jadi, Dindik tiap tahun adakan acara ini,” ujarnya.

Kemudian, ucap dia, taman baca keliling yang kini sudah ada juga perlu diperbanyak. Selanjutnya, perlu disosialisasikan kepada masyarakat, agar mereka tahu hari apa saja dan jam berapa taman baca itu ada, agar masyarakat bisa berkumpul di sana.

“Ini supaya murah kalau gedung biaya tinggi kalau mobil kan mobile enggak ada biaya gedung. Saya lihat sudah ada respons positif membaca dari masyarakat. Seperti taman baca keliling ini diminati masyarakat, ini indikator. Kalau taman baca keliling hadir tidak ada yang hadir itu hati-hati kalau diserbu masyarakat itu antusias masyarakat yang kami harapkan, jadi target sudah dapat tinggal diperbanyak,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengatakan, perlu diakui, bahwa saat ini ketertarikan anak-anak sekolah ke gadget (gawai) luar biasa.

“Makanya, harus ada upaya pergeseran peminatan dari situ. Tetap yang namanya gadget fasilitas yang harus dimanfaatkan,” katanya.

Saat ini, ada hal-hal bagaimana penguatan membaca dan pengetahuan melalui gadget. Jangan ditinggalkan penggunaan gadget tersebut, sebab gadget merupakan fasilitas yang pasti ada dan tidak akan bisa ditinggalkan.

“Tinggal bagaimana memanfaatkannya itu yang harus selalu kami pahamkan pada guru dan anak-anak, bahwa gadget itu punya manfaat. Seperti di SMP Kragilan 1 dia harus pakai gadget untuk buka buku elektronik. Kan fasilitas dari pusat ada buku elektronik,” ujarnya.

Kemudian, pihaknya selalu menekankan pada kepala sekolah dan guru, agar mengomunikasikan pada orangtua untuk mengontrol penggunaan gadget.

“Bahkan, saya sudah keluarkan larangan bawa gadget dan memanfaatkan di lingkungan sekolah kecuali atas kontrol guru. Tapi, di rumah lebih banyak waktu kalau tidak dikontrol orangtua repot,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here