DMI Banten Larang Masjid Jadi Tempat Berpolitik

SERANG, (KB).- Dewan Masjid Indonesia (DMI) Banten melarang masjid menjadi tempat berpolitik. Justru dijadikan tempat wisata religi, tanpa tercampur dengan nuansa politik. Hal tersebut, disampaikan Sekretaris DMI Banten Deni Rusli, di ruang kerjanya, Kamis (21/2/2019).

“Masijid itu selain digunakan ibadah sehari-hari, juga untuk membina umat dan untuk memperdayakan potensi masjid,” katanya kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, DMI punya cita-cita, yakni memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Memakmurkan masjid itu seperti kegiatan pengajian, pendidikan, dan dakwah. Lalu, dimakmurkan masjid, yakni mempunyai layanan-layanan untuk jemaah, terkait dengan layanan untuk masalah-masalah ekonomi, sosial, dan budaya.

“Semua bisa dilakukan di masjid kecuali untuk politik praktis itu tidak boleh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, DMI merupakan wadah untuk mendorong Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) berkualitas untuk meningkatkan perannya, sehingga DMI harus memberikan layanan-layanan kepada masjid-masjid.

“DMI secara istiqamah akan tetap menjaga independensi dan moderat, dalam keagamaan untuk menjaga keutuhan dan persatuan keumatan serta kebangsaan,” ucapnya.

Ia menuturkan, memakmurkan masjid dapat memajukan peradaban umat Islam yang wasthiyah, bertujuan habluminallah (hubungan antara manusia dengan Allah) dan hablumminannas (hubungan antarumat manusia).

“Masjid sebagai wadah beribadah dan menjadi tempat berkumpulnya semua kalangan. Tempat ibadah itu bisa menjadi pusat dialog semua lapisan masyarakat,” tuturnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here