DLH Kota Cilegon Soroti Lokasi Pemotongan Skrap

CILEGON, (KB).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon sedang menyoroti lokasi pemotongan limbah industri atau skrap di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil. Masalahnya kegiatan usaha tersebut, disinyalir belum memiliki izin lingkungan.

Kepala DLH Kota Cilegon, Ujang Iing mengatakan, mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya pemotongan skrap di pinggir JLS. Namun di sisi lain, dia tidak mendapatkan informasi adanya permohonan izin lingkungan hidup atas kegiatan pemotongan limbah industri di lokasi tersebut.

“Saya terima informasi, katanya ada limbah industri yang sedang dipotong-potong di pinggir jalan. Saya tanya ke bawahan, katanya di lokasi itu tidak ada yang memohon izin lingkungan,” katanya, Ahad (2/9/2018).

Pihaknya sempat mendatangi langsung ke lokasi, pada Jumat (31/8/2018). Namun, dia menuturkan, tidak bertemu dengan pemilik limbah industri. “Kami ingin memastikan informasi itu, ternyata benar ada kegiatan pemotongan skrap. Tapi yang punya barang tidak ada, hanya bertemu pekerja,” ucapnya.

Ia datang ke tempat usaha tersebut, untuk menyampaikan pesan, agar pemilik barang segera mengurus izin lingkungan hidup. Jika imbauan tersebut tidak digubris, pihaknya mengatakan, akan mengambil tindakan tegas.

Menurut dia, izin lingkungan hidup wajib dimiliki setiap perusahaan yang melakukan kegiatan. Mengingat izin tersebut merupakan salah satu syarat memperoleh izin usaha atau kegiatan. “Sebelum membuat izin usaha, harus ada izin lingkungan dulu. Karena itulah, wajib dimiliki,” tuturnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, skrap yang sedang dipotong, adalah pipa bekas penyedot pasir milik PT Krakatau Bandar Samudera (KBS). Di mana pada bagian depan dan belakang berbahan besi, sementara bagian tengah, terdiri dari bahan busa dan karet ban.

Berdasarkan pengakuan pekerja di lokasi pemotongan, kegiatan tersebut telah dilakukan sejak akhir Juli lalu. Pemotongan dilakukan menggunakan alat-alat sederhana, mulai dari gergaji mesin, golok hingga cutter.

“Busa dan bannya bisa di jual juga nih mas. Kami mulai melakukan pemotongan setelah Lebaran Idulfitri,” kata pekerja yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di lokasi pemotongan, Ahad (2/9/2018). Saat ditanya tentang pemilik skrap, pekerja tersebut enggan menjelaskan lebih lanjut. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here