Sabtu, 20 Oktober 2018

DLH Kabupaten Serang Beri Dispensasi Pabrik Udang

SERANG, (KB).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang memberikan dispensasi kepada pabrik pengepak udang yang pengelolaan limbahnya berupa kulit dan kepala udang dikeluhkan warga, karena menimbulkan polusi udara, yaitu bau yang menyengat.

Hal tersebut diberikan, karena perusahaan belum lama berdiri yang dinilai masih perlu pembinaan. DLH juga meminta pihak perusahaan melakukan monitoring terhadap pengelolaan limbahnya yang kini dikelola oleh pihak ketiga.

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan pada DLH Kabupaten Serang, Neni Nuraeni mengatakan, pihaknya bersama tim sudah melakukan peninjauan ke perusahaan Thamron di Jawilan pada Selasa (15/5/2018). Namun, pihaknya mengatakan, bahwa tidak ke lokasi pengolahan limbah yang Satpol PP datangi (di Desa Pagintungan), melainkan hanya melihat kondisi perusahaan saja.

Berdasarkan hasil pantauan, diketahui jika perusahaan tersebut masih baru, yakni sekitar dua tahun. Meski demikian, pihaknya sudah memberikan arahan terkait pembenahan dokumen pengelolaan lingkungannya.

“Karena, mereka perusahaan baru yang perlu kami berikan pembinaan dan masih bayi dianggapnya. Jadi, kami lakukan arahan pembinaan apa yang harus dilakukan di dalam itu,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di ruang kerja, Kamis (17/5/2018).

Jika melihat kondisi perusahaan, ujar dia, untuk instalasi pembuangan air limbah (IPAL) perusahaan sudah membuat hanya saja masih perlu perbaikan. “Namun, untuk pembuangan kulit dan kepala udangnya saat ini dipihakketigakan kepada tokoh masyarakat setempat,” ucapnya.

Menurut dia, setelah ditanyakan mengenai bagaimana pengelolaannya, pihak perusahaan tidak mengetahui seperti apa tindak lanjut pengolahan limbah kulit dan kepala udang tersebut. Namun, berdasrkan informasi dari pihak Thamron, bahwa limbah tersebut akan dibuatkan tepung yang mekanismenya harus dijemur dahulu.

“Saya sudah kasih tahu ke perusahaan, yang namanya dia mempihakketigakan untuk membuang limbah kepala udangnya, maka harus tahu sampai ujungnya apakah dibuang betul atau enggak atau dimanfaatkan bagaimana pokoknya jangan sampai ada masalah,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah meminta perusahaan, agar menyelesaikan secara tuntas terkait limbah tersebut. Untuk selanjutnya, DLH juga masih terus melakukan koordinasi dengan perusahaan, agar bisa segera ditindaklanjuti. Jika arahan yang telah diberikan tidak kunjung diindahkan, maka DLH tidak segan memberikan teguran hingga sanksi.

“Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diharapkan oleh masyarakat atau memang menyalahi aturan. Kami adakan monitoring apakah itu dilakukan atau tidak,” katanya. (DN)*


Sekilas Info

Langkah Alternatif Penguatan Modal, Dewan Dorong Kab/Kota Simpan Uang di Bank Banten

SERANG, (KB).- DPRD Provinsi Banten mendorong kabupaten/kota menyimpan uang di Bank Banten. Upaya tersebut, kata dia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *