Sabtu, 26 Mei 2018

DKPP Cilegon Perketat Pengawasan Pangan Asal Hewan

CILEGON, (KB).- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Cilegon mengimbau agar masyarakat lebih cerdas memilih bahan makanan asal hewan. Terlebih setiap bulan Ramadan, makanan bercampur bahan kimia kerap menjadi temuan pihaknya di setiap pemeriksaan.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengolahan dan Pemasaran DKPP Kota Cilegon Drh Abraham Syah mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan bahan makanan asal hewan. Selain dari program kerja pihaknya setiap ramadan, juga menyikapi kerap ditemukannya makanan mengandung zat kimia.

“Makanan asal hewan bercampur zat kimia sering kami temukan di setiap Ramadhan. Entah itu mengandung pengawet formalin, atau pewarna tekstil seperti methanol yellow dan rodhamin B,” katanya, Ahad (13/5/2018).

Biasanya, kata Abraham, bahan pewarna tekstil ditemukan di daging ayam, usus ayam, serta jeroan ayam. Ia pun telah menargetkan sejumlah pedagang yang kerap mencampur bahan makanan asal hewan dengan pewarna tekstil.

“Sejumlah pedagang sudah jadi target pemeriksaan kami. Jika pedagang itu kembali melakukan pelanggaran, bisa jadi kami laporkan ke Polisi,” ujarnya.

Tidak hanya pemeriksaan zat kimia, pihaknya juga melakukan pemeriksaan cemaran mikroba. Biasanya, bahan makanan asal hewan yang tercemar mikroba adalah pedagang yang berdagang di pinggir tempat sampah atau rel kereta api.

“Makanan yang kami curigai tercemar mikroba, akan dikirim ke laboratorium di Bogor. Nanti diketahui, kalau yang menjual sudah higienis biasanya tidak ada cemaran mikroba,” katanya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Cilegon Wawan Hermawan mengatakan, pemeriksaan biasanya dilakukan tiga kali. Yakni sebelum Ramadhan, selama bulan puasa, serta beberapa hari menjelang Lebaran Idul Fitri.

“Biasanya menjelang ramadhan kami melakukan pemeriksaan. Kemudian saat Qunut atau hari ke-15 Ramadhan, kami melakukan pemeriksana kembali. Terakhir pemeriksaan, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Tapi kalau ada laporan, kami akan turun ke lapangan,” ujarnya.

Tidak hanya pasar tradisional, tutur dia,  sejumlah toko swalayan pun akan menjadi target pemeriksaan. Kios-kios yang menjual daging sapi, ayam, serta telur yang menjadi objek pemeriksaan pihaknya.

“Kami akan bawa alat uji cepat. Beberapa kami uji di tempat, ada pula yang dikirim ke laboratorium di Bogor,” katanya.

Menurut Wawan, ada sejumlah pedagang yang tidak pernah kapok menjual makanan dengan mencampur bahan-bahan kimia. Untuk itulah para petugas sudah menargetkan sejumlah pedagang untuk diperiksa pihaknya.(AH)*

 


Sekilas Info

Warga Keluhkan Penutupan Jalan di Belakang Gedung DPRD Kota Cilegon

Sejumlah warga mengeluh akibat penutupan jalan alternatif di belakang gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *