DKM Masjid Ibarat Wasit

Oleh: Nasuha Abu Bakar MA

Berbicara tentang apa dan bagaimana seharusnya DKM masjid, pak ustadz Dzul Birri pernah juga mengupas secara gamblang mengenai siapa yang patut diangkat menjadi pengurus masjid. Lebih lanjut pak ustadz menerangkan bahwa yang menjadi pengurus DKM masjid bukan seperti pengusaha, bukan juga seperti pelaku ekonomi atau seperti pebisnis dimana energi berpikir nya dikerahkan bagaimana masjid mampu mengumpulkan uang sebanyak banyaknya untuk menopang semua kegiatan syiar keagamaan.

Masjid dijadikan seperti perusahaan yang mampu mengumpulkan relasi dan rekanan untuk menggali potensi modal dan uang sebanyak banyaknya, mampu menyisakan saldonya menggunung hingga nilainya ratusan juta rupiah. DKM masjid bukan juga seperti pelatih dalam klub permainan sepak bola yang mengatur strategi permainan, yang mampu memberikan trik trik permainan sehingga penonton terkagum kagum melihat dan menyaksikan kepiawaian para pemain dalam menggiring bola. Sementara sang pelatih tidak pernah terlihat sebagai bagian unsur pemain.

DKM masjid bukan seperti pemilik klub sepakbola yang namanya menjadi besar karena mampu membangun tempat latihan berupa stadion megah bahkan mampu melobi dan menggaet para sponsor untuk ikut bergabung menjadi penyandang dana serta ikut andil membesarkan klubnya. Sekali lagi bukan seperti itu type DKM masjid.

DKM masjid menurut pandangan Pak ustadz Dzul Birri diibaratkan seperti WASIT dalam pertandingan sepak bola yang ikut berlari bersama sama dengan para pemain dari pertama hingga akhir pertandingan. Wasit dalam pertandingan sepak bola harus mampu berlari mengimbangi dua kesebelasan yang sedang bertanding bahkan harus lebih tangguh.

Wasit tidak diperbolehkan duduk manis di pinggir lapangan apalagi sampai meninggalkan arena pertandingan. Yang dimaksud oleh pak ustadz Pengurus masjid atau DKM masjid bukan sekedar mengatur bagaimana agar masjid ramai, bukan sekedar memikirkan bagaimana agar saldo dan uang kas masjid gemuk, akan tetapi DKM ikut duduk menghidupkan kegiatan kegiatan masjid, menjadi pion dan duduk paling depan dalam kegiatan dan majelis majelis ilmu.

DKM MASJID bukan marketing masjid yang hanya siap mempromosikan masjidnya, akan tetapi lebih tepatnya sekaligus seperti seorang pilot pesawat yang bersama sama para penumpang menuju ke satu tempat mendarat dan landing bersama di satu tujuan. Bersama sama mengharapkan memperoleh ridho Allah bukan sekedar mempromosikan kepada orang lain tetapi tidak terpikir tentang kebahagiaan dan keselamatan dirinya. Wallaahu ‘alamu bish shawaab wa ilahil musta’aan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here