Diusung Menjadi Calon Wakil Walikota Cilegon, Ati Siap Mundur dari Bappeda

CILEGON, (KB).- DPD II Golkar Kota Cilegon telah menegaskan jika Ratu Ati Marliati akan diusung sebagai calon Wakil Wali Kota Cilegon. Ati sendiri menyatakan siap untuk mengundurkan dari jabatannya sebagai Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, ketika mekanisme pemilihan wakil wali kota telah dimulai.

Diketahui, koalisi partai pengusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon periode 2016-2021 Tb.Iman Ariadi dan Edi Ariadi, akan memilih calon Wakil Wali Kota Cilegon untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Edi Ariadi, setelah Edi Ariadi (kini Plt Wali Kota Cilegon) ditetapkan sebagai Wali Kota Cilegon, jika Wali Kota Cilegon non-aktif Tb.Iman Ariyadi resmi diberhentikan dari jabatannya setelah vonis pengadilan terhadap Tb.Iman Ariyadi mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah.

Dalam sidang perkara suap terkait perizinan Transmart Cilegon di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Serang, beberapa waktu lalu Tb. Iman Ariyadi divonis 6 tahun penjara. Kemudian di tingkat banding, majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Banten menjatuhkan putusan memperkuat vonis majelis hakim PN Serang.

Sekretaris DPD II Kota Cilegon Sutisna Abbas mengatakan, terpilihnya Ati sebagai kandidat wakil wali kota, berdasarkan hasil rapat pleno DPD II Golkar Kota Cilegon, Kamis (4/10/2018). Ketika itu, Ketua Harian DPD II Golkar Cilegon, para Dewan Penasihat DPD II Golkar Kota Cilegon, para Ketua Pengurus Kecamatan (PK) DPD II Golkar Kota Cilegon, para anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Cilegon, hingga pengurus DPD II Golkar Kota Cilegon, sepakat untuk mengusung Ati. “Hasil pleno ini akan kami serahkan ke DPD I Golkar Banten,” tuturnya saat ditemui di Kantor DPD II Golkar Kota Cilegon, Senin (8/10/2018).

Semakin mantap

Menurut Sutisna, dimungkinan pula jika Ati akan memimpin DPD II Golkar Kota Cilegon sebagai ketua, menggantikan adiknya Tubagus Iman Ariyadi. Terkait hal itu, akan dibahas secara internal setelah mekanisme pemilihan wakil wali kota bergulir. “Intinya, kami lebih dahulu mendukung Ibu Ati sebagai calon wakil wali kota. Setelah itu, bergantung internal partai. Sah-sah saja kalau Ibu Ati memegang jabatan ketua di DPD II Golkar Kota Cilegon,” ujarnya.

Sutisna menegaskan, dukungan pihaknya terhadap karier politik Ati semakin mantap setelah putri pertama Mantan Wali Kota Cilegon Tubagus Aat Syafaat ini, mundur dari jabatannya sebagai Kepala Bappeda Kota Cilegon. “Kapan mundurnya, itu terserah Ibu Ati,” ucap Sutisna.

Sementara itu, Ratu Ati Marliati saat ditemui di kantor Bappeda Kota Cilegon, merasa sangat berterima kasih atas kepercayaan para pengurus Partai Golkar. Kepercayaan tersebut merupakan anugerah besar, terlebih keputusan partai demi kepentingan masyarakat Kota Cilegon. “Sejujurnya, keputusan ini membuat saya terharu. Ini penghargaan luar biasa kepada saya. Bagi saya, secara prinsip jika keputusan tersebut bermakna untuk kepentingan masyarakat Cilegon, saya apresiasi,” katanya.

Sementara terkait rencana pengunduran diri sebagai Kepala Bappeda Kota Cilegon, Ati siap ketika mekanisme pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon telah dimulai. “Kalau itu menjadi prasyarat atau mekanisme yang harus ditempuh, tentunya saya siap menjalankannya. Sebelum mekanisme itu dimulai, saya tetap akan menjalankan kewajiban saya sebagai Kepala Bappeda Kota Cilegon. Sebab, jabatan ini pun sebuah amanah untuk kepentingan masyarakat Cilegon,” tutur Ati. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here