Sabtu, 23 Juni 2018

Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan Agama, Imbauan Magrib Mengaji Belum Efektif

SERANG, (KB).- Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menilai, imbauan Magrib mengaji bagi anak-anak di Kabupaten Serang saat ini belum efektif. Oleh karena itu, dia telah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang untuk memasukkan program Magrib mengaji ke kurikulum pendidikan agama di sekolah.

“Program Magrib mengaji ini disampaikan Menteri Agama, agar digalakkan kembali. Tapi, di Kabupaten Serang, saya lihat belum begitu efektif. Jadi, memang harus ada cara untuk memaksa anak-anak, agar di waktu Magrib mau mengaji. Di Dinas Pendidikan, sepertinya harus menjadi bagian dari pelajaran agama di sekolah, karena kalau imbauan saja kayanya susah,” katanya, Ahad (11/2/2018).

Ia menuturkan, telah instruksikan ke Kepala Dinas Pendidikan untuk memasukkan program Magrib mengaji ke pelajaran agama.
“Saya sudah instruksi ke kepela dinas, karena kalau diimbau susah, harus dipaksa dulu, nanti juga bisa, karena biasa. Dimasukkan di kurikulim pendidikan agama, seperti kalau bulan puasa kan setelah tarawih itu harus dengarkan ceramah dulu, nanti imamnya tanda tangan di buku yang diberikan oleh sekolah, nah itu jadi bagian dari penilaian pendidikan agamanya, nanti Magrib mengaji juga bisa seperti itu,” ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut harus dipaksakan terlebih dahulu, agar menjadi biasa. Apalagi hal tersebut merupakan kegiatan positif untuk keimanan anak-anak Kabupaten Serang. “Kalau dulu zaman saya kecil, sore di surau itu sudah ramai, anak-anak berangkat sama-sama jalan kaki sambil bawa Alquran. Tapi, sekarang saya jarang lihat itu, jadi harus dipaksa, karena itu hal positif dan tujuan utamanya untuk keimanan anak-anak kita, persiapan ke depannya,” ucapnya.

Selain program Magrib mengaji, tutur dia, untuk membumikan membaca Alquran di masyarakat Kabupaten Serang, Pemkab Serang juga rutin menggelar Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Serang setiap tahun. Pada 2018 MTQ digelar pada Senin hingga Jumat (12-16/2/2018). “Semoga dengan MTQ kami bisa membumikan membaca Alquran di masyarakat Kabupaten Serang, sehingga menjadi kebiasaan, terutama untuk anak-anak, mereka juga mempelajari isi kandungan Alqurannya, kemudian mengamalkan atau diimplementasikan di kehidupan sehari-hari.

Tujuan utamanya ini untuk mempertebal keimanan anak-anak kita, agar tidak mudah terpengaruh hal negatif. Bekal agama harus kita berikan ke anak-anak Kabupaten Serang,” katanya. Hal tersebut, ujar dia, tentu tidak lepas dari peran para ulama, karena Pemkab Serang memiliki keterbatasan dalam hal tersebut. “Oleh karena itu, MTQ tidak hanya sekadar untuk menghasilkan juara, tapi lebih penting lagi, adalah dampaknya, yaitu syiar agama kita,” ucapnya. (YY)***


Sekilas Info

Bocah 2 Tahun Tenggelam di Sungai Ciujung

SERANG, (KB).- Ulfi bin Arif (2), bocah asal Kampung Puser, Desa Samparwadi, Kecamatan Tirtayasa tewas tenggelam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *