Jumat, 25 Mei 2018

Diundang Seoul Mayors Forum on Climate Change Korea, Arief Paparkan Pembangunan

TANGERANG, (KB).- Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah diundang menjadi salah satu pembicara di acara 2017 Seoul Mayors Forum on Climate Change yang diselenggarakan oleh Internasional Council for Local Enviromental Initiatives (ICLEI), di Seoul Korea Selatan. Hal tersebut disampaikan Kabag Humas pemkot Tangerang, Felix Mulyawan saat ditemui di Kantor Wali Kota Tangerang, Jumat (20/10/2017).

Felix menuturkan bahwa di acara yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 19-20 Oktober 2017 itu, Arief diminta untuk menyampaikan pengalaman beliau, terkait penerapan kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan di Kota Tangerang. “Beliau diundang oleh asosiasi internasional pemerintah kota yang tergabung dalam ICLEI, untuk menjadi pembicara dalam forum wali kota yang membahas isu perubahan Iklim di dunia,” ujar Felix.

Felix menambahkan dalam acara yang diikuti oleh 40 kota dari berbagai negara tersebut, Arief juga akan berbagi pengalaman terkait berbagai kebijakan yang diterapkan oleh Pemkot Tangerang dalam menangani isu perubahan iklim. “Wali Kota menyampaikan presentasi yang berjudul Tangerang Live Sprit and Works for Coloring Indonesia. Dalam presentasi tersebut, Wali Kota menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi pemkot, mulai dari persoalan banjir, pencemaran lingkungan dan juga polusi udara yang menjadi isu utama di kota-kota besar dunia. Termasuk usaha pemkot dalam menangani persoalan-persoalan tersebut seperti program Tangerang Bersih, Tangerang Hijau, Kampung Iklim dan juga penerapan teknologi ramah lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa dirinya dalam kegiatan tersebut diberikan kesempatan untuk memaparkan beberapa program unggulan dalam mengatasi perubahan iklim diantaranya penghijauan yang meliputi program Tangerang Bersih, Tangerang Sehat dan pengelolaan sampah. “Termasuk juga program penghematan energi dengan menggunakan transportasi massal yang nyaman dan aman. Dan juga sistem rekayasa lalau lintas melalui Area Traffic Control System (ATCS),” ujar Arief, Jumat (20/10/2017).

Selain itu, lanjut Arief, pihaknya juga menceritakan kepada para peserta terkait pelaksanaan kegiatan car free day setiap akhir pekan dan pembuatan jalur khusus sepeda, yang bertujuan agar polusi yang ditimbulkan dari asap kendaraan bisa berkurang. “Sementara untuk menjaga mutu kualitas udara yang berakibat pada perubahan iklim, pemkot juga melakukan uji emisi kendaraan secara rutin dan juga memasang alat pengukur udara di beberapa lokasi,” terang Arief seraya menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan program langit biru yang diluncurkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

“Hasilnya, Pemkot Tangerang pernah mendapatkan penghargaan langit biru karena mampu menjaga kualitas udara dengan baik,” imbuhnya. Dalam acara yang bertajuk 2017 Seoul Mayors Forum on Climate Change, orang nomor satu di Kota Tangerang itu juga memaparkan program unggulan lainnya seperti Kampung Iklim yang bertujuan untuk menggerakkan masyarakat agar secara mandiri bisa lebih peduli terhadap lingkungannya.  “Kita ajak masyarakat untuk membuat biopori, sumur resapan, selain juga kita lakukan penataan lingkungan seperti perbaikan jalan, penerangan jalan umum, pembuatan sistem drainase hingga perbaikan rumah layak huni,” paparnya.

Untuk merespon dampak perubahan iklim, menurutnya pemkot Tangerang juga menyediakan layanan gawat darurat yakni call center 112. Layanan ini mencakup beberapa laporan yakni kriminal, kecelakaan hingga kebutuhan ambulance. “Seluruh program dan layanan ini sudah diterapkan oleh Pemkot Tangerang sejak tahun 2013 dan manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Untuk mewujudkan semua ini, Pemkot melibatkan peran warga karena kewaspadaan menjaga perubahan iklim dapat dilakukan oleh warga,” ujarnya.

Dalam forum wali kota se dunia itu, Arief juga bercerita bahwa dirinya juga bertukar program dengan perwakilan kota lain untuk menyelesaikan masalah kota. Selain mengikuti forum diskusi, Arief juga melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Seoul. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi bahan untuk pembangunan di kota Tangerang kedepannya,” tuturnya kembali. Sebagai informasi ICLEI yang menjadi penyelenggara di forum ini, merupakan lembaga internasional yang beranggotakan 1200 kota dari 84 negara di dunia. ICLEI berdiri pada tahun 1990 dan merupakan lembaga internasional yang sangat konsen terhadap isu lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan di dunia. (DA)***


Sekilas Info

Arus Mudik Lebaran 2018, 2 Juta Kendaraan Diprediksi Lintasi Tol Tangerang-Merak

TANGERANG, (KB).- PT Marga Mandalasakti (MMS) memprediksi akan terjadi lonjakan 2 juta kendaraan yang melalui tol …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *