Ditolak, Penetapan Lokasi Masjid Agung Kota Serang

Ustaz Enting Abdul Karim, Ketua Gerakan Pengawal Serang Madani (GPSM) Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Ketua Gerakan Pengawal Serang Madani (GPSM) Kota Serang Ustaz Enting Abdul Karim menilai, penetapan lokasi Masjid Agung Kota Serang di Ats-Tsauroh cenderung politis. Sebab, banyak penggagas yang tidak dilibatkan dalam penandatanganan persetujuan itu.

“Jadi gini. Dari yang hadir untuk menandatangani persetujuan, itu tidak ada unsur ulama penggagas masjid agung. Saya melihat bahwa kenapa itu lebih cenderung politis, kita lihat saja. Coba itu dianggap warisan wali kota sebelumnya, bukan wali kota sekarang,” kata Ustaz Enting, Jumat (14/2/2020).

Menurut dia, penilaian politis itu juga muncul karena wali kota sebelumnya sudah menetapkan Alun-alun Barat Kota Serang sebagai lokasi masjid agung. Namun, warisan itu diubah di kepemimpinan wali kota sekarang. Atas dasar itu, ujar dia, dalam waktu dekat ini akan ada pergerakan dalam jumlah besar untuk menolak penetapan itu. Namun, ia enggan menyampaikan waktu secara rincinya.

“Tunggu waktunya dulu pasti akan ada pergerakan besar-besaran di wilayah Kota Serang untuk penolakan itu, waktu sudah ada cuma saya rahasiakan dulu. Kalau dibocorin mereka akan melakukan penggembosan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan hasil akhir dari pembahasan sebelumnya untuk penetapan pembangunan Masjid Agung Kota Serang. Kemudian, pada tahun ini Pemkot akan membuat Feasebility Study (FS) dan Detail Enginering Design (DED) untuk memindahkan Islamic Center.

“Alhamdulillah semua sepakat jika Masjid Ats-Tsauroh menjadi Masjid Agung Kota Serang. Kami sudah menyiapkan FS dan DED tahun ini dan mulai pembangunan tahun 2021,” kata Syafrudin. (Masykur/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here