Senin, 19 Februari 2018

Ditinggal Hajatan, Rumah Sutini Ludes Terbakar

Nasib malang menimpa Sutini (40), warga Kampung Legok Menteng Lebak, Desa Sambilawang, Kecamatan Waringin Kurung. Bagaimana tidak, di hari bahagianya, karena putra kesayangannya sedang menggelar pesta pernikahan, rumah miliknya hangus terbakar pada Rabu (18/10/2017).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang diduga kuat akibat korsleting arus listrik tersebut. Namun, kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Ia menuturkan, peristiwa nahas tersebut berawal saat berada di rumah besannya. Sebab, pada hari itu adalah pernikahan buah hati pertamanya.

Tanpa ada firasat apapun, sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB, dia sudah berangkat ke rumah besannya tersebut. Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, dia mendapatkan telepon dari tetangganya.  Melalui saluran telepon tersebut, dia mendapatkan kabar, bahwa di rumahnya telah terjadi kebakaran. Mendengar kabar tersebut, dia langsung pulang ke rumahnya.

Padahal, saat itu acara pesta pernikahan putranya masih belum selesai. Namun, sesampainya di lokasi, dia belum memberanikan diri untuk melihat kondisi rumahnya. Warga sekitar juga masih melarang, mereka khawatir dia tidak sanggup dan kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Jadi, saya juga belum tahu itu kondisi rumah yang kebakaran, walaupun dekat dan belum tahu penyebabnya apa,” katanya.

Ia mengatakan, saat kejadian kondisi rumah sedang kosong. Sehingga, akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Ia ingat betul, saat ditinggalkan, kondisi rumahnya tersebut masih dalam keadaan berantakan. Sebab, beberapa hari lalu baru selesai menggelar acara lamaran. “Masih berantakan dan keluarga besar ke sana semua,” ucapnya.

Janda empat anak tersebut menuturkan, kerugian yang dialaminya mencapai Rp 30 juta. Di dalam rumahnya tersebut berbagai perabotan rumah tangga mulai dari lemari, mixer, televisi, kipas angin, dan pakaian semuanya habis terbakar.  Namun, yang paling membuat dia sedih, di rumahnya tersebut terdapat uang hasil amplop dari acara lamaran buah hatinya dan juga dokumen kependudukan.

“Kan pas lamaran itu dapat amplop yang lumayan sekitar Rp 12 juta, yang Rp 3 juta saya bawa pas ke hajatan dan sisanya masih Rp 9 juta yang ikut terbakar, itu ditaruh di boks setrika. Terus kado dari anak-anak yayasan juga, habis semuanya,” ujarnya.

Ia sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Sebab, rumah yang didiaminya tersebut merupakan hasil bekerja serabutan. Karena, sehari-hari dia bekerja sebagai kuli, entah itu kuli dagang, ngoyos, ngemping hingga mencari kayu bakar. “Saya mah kuli dagang, ngored, ngoyos, ngemping, cari kayu bakar, saya punya anak yatim dua. Penghasilan juga Rp 30.000 per hari,” ucapnya.

Rencananya, rumah tersebut akan dilakukan rehab di bulan ini. Namun, apa daya rumah hasil jerih payahnya tersebut ludes terbakar.  “Itu rumah buatnya sebagian-sebagian, jadi kalau punya uang dibangun. Kadang satu sak semen belinya dan yang ngerjainnya anak saya, kebetulan dia kerja di proyek,” katanya.

Ia menuturkan, hingga saat ini, belum ada bantuan yang datang ke lokasi. Namun, pihak desa sudah melakukan pelaporan kejadian. “Belum ada bantuan mah, kan baru tadi kebakarannya. Saya mah sedih pak, anak-anak saya baju sekolah, sepatunya kebakar, tadi juga nanyain,” ucapnya. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

NASIB BANTEN DI TAHUN ANJING TANAH

Dalam tradisi Tionghoa ada satu kepercayaan yang memprediksi kondisi  satu tahun yang akan berjalan, atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *