Rabu, 26 September 2018

Ditangkap pada Pertemuan Kedua

Nasib apes dialami ibu rumah tangga (IRT) Lili Dian Wiranita (35), yang warga asal Desa Cililitan, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang. Setelah berhasil mencuri tas korbannya, Lili justru ditangkap, setelah tidak sengaja bertemu kembali dengan korbannya di tempat kejadian perkara (TKP).

Pertemuan antara pencuri dan korban yang seperti “janjian” itu, membuat Lili tak bisa lari dari tindakan melawan hukum. Dalam pertemuan keduanya itu, Lili ditangkap dan diserahkan ke Polsek Serang untuk diproses hukum.

Kasus pencurian ini terjadi pada Rabu 8 November 2017 di musala kampus Untirta di Jalan Ciwaru Jaya, Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang. Ketika itu, korban seorang mahasiswi FKIP Untirta, Eti Komalasari, menitipkan tasnya kepada Lili, karena hendak melaksanakan Salat Zuhur. Sebelumnya, Eti dan Lili sempat berbincang sebelum Salat Zuhur.

Baca Juga: Ngaku Jadi Dosen, Maling Curi Tas

Ketika itu, Eti sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Saat mengobrol, Lili mengenalkan diri sebagai dosen ekonomi bernama Rika. Hal itu lah membuat korban percaya dan tidak menaruh curiga saat menitipkan tasnya kepada Lili. Seusai salat, korban melihat Eti dan tidak melihat Lili di tempat.

Dia kemudian menanyakan kepada temannya dan petugas keamanan mengenai dosen bernama Rika. Setelah dikroscek, di kampus tidak ada nama dosen bernama Rika. Petugas keamanan, lantas memeriksa kamera pengintai kampus. Tampak, Lili terburu-buru meninggalkan musala, setelah memegang tas korban.

Selasa 14 November 2017, secara kebetulan Eti melihat Lili di musala Kampus Untirta Teknik Cilegon sekitar pukul 09.00. Korban yang ketika itu sedang menemui temannya, lantas menceritakan kejadian pencurian yang dialaminya.

Lili yang berada di lokasi tersebut lantas dihampiri dan diamankan. Oleh korban dan temannya, Lili kemudian diserahkan ke Polsek Serang atas tuduhan pencurian tas yang berisi handphone dan uang tunai Rp 300.000. “Lili sudah menjalani sidang pada Rabu kemarin. Dia dijatuhi pidana penjara selama 10 bulan,” ujar Jaksa Fungsional Kejari Serang sekaligus JPU perkara tersebut Nia Yuniawati, Ahad (25/2/2018).

Nia menuturkan, Lili dijerat dengan Pasal 362 KHUP tentang Pencurian. Vonis majelis hakim yang diketuai oleh Slamet Widodo tersebut lebih rendah dua bulan dari tuntutan. “Pertimbangan vonis tersebut karena Lili pernah melakukan pencurian dan telah menjalani hukuman sebagai hal yang memberatkan. Sedangkan yang meringankan dia berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya,” tutur Nia. (Fahmi Sa’i)***


Sekilas Info

Peringatan HUT ke-18, Pemprov Banten Siapkan Pesta Rakyat

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan pesta rakyat dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *