Kamis, 18 Oktober 2018

Distanbun Jamin Ketersediaan Beras di Kabupaten Lebak

LEBAK, (KB).- Persediaan beras untuk konsumsi masyarakat di Kabupaten Lebak cukup, tidak perlu mendatangkan dari luar daerah. Dan, hasil panen tahun 2018 surplus hingga mencukupi kebutuhan 14,3 bulan ke depan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna menyatakan, produksi beras hasil budi daya petani cukup melimpah dan sekitar 40 persen dipasok untuk kebutuhan konsumsi nasional, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Lampung.

“Kami memastikan persediaan beras relatif mencukupi sampai tahun 2019. Kami juga menyampaikan apresiasi pada petani yang telah mampu menyediakan pangan hingga surplus. Sehingga tidak perlu mendatangkan beras dari luar daerah,” kata Kadistanbun Dede Supriatna saat meninjau gerakan percepatan tanam, Selasa (9/10/2018).

Kadistanbun menjelaskan, produksi pangan di Kabupaten Lebak sampai September 2018 surplus 14,3 bulan dengan produksi sebanyak 271.774 ton setara beras atau 494.135 gabah kering giling (GKG). Sedangkan kebutuhan konsumsi beras bagi warga Kabupaten Lebak yang berpenduduk 1,2 juta jiwa itu sekitar 11.977 ton per bulan atau 143.724 ton per tahun dengan rata-rata per kapita sebanyak 114 kilogram.

”Dengan demikian, produksi beras di Lebak surplus sekitar 175.959 ton dan aman hingga 14,3 bulan ke depan,” ujarnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Ruhyana mengatakan, pihaknya hingga kini mampu memproduksi beras sebanyak 30 ton per bulan yang dipasok ke sejumlah pasar tradisional di Lebak serta DKI Jakarta.

”Petani di wilayah kami mengembangkan tanaman padi seluas 300 hektare dan bisa panen tiga kali musim tanam per tahun. Kami mengapresiasi adanya bantuan dari Kementan sehingga bisa meningkatkan produksi pangan,” ucap Ruhyana.

Sementara itu, seorang pedagang beras di pasar tradisional Rangkasbitung, Ujang (55) mengatakan, selama ini pasokan beras lokal mencukupi dan tidak mendatangkan dari luar daerah maupun impor. ”Hasil panen September 2018 lalu melimpah, meski tiga bulan terakhir ini terjadi kekeringan. Kami masih mendatangkan dari petani lokal, sehingga harga relatif stabil,” kata Ujang. (ND)*


Sekilas Info

Kios di Pasar Bayah Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 120 Juta

LEBAK, (KB).- Peristiwa terbakarnya kios kaki lima di area pasar Bayah atau Terminal Bayah Betulan Kampung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *