Distan Lebak Pastikan Produksi Pangan Aman

LEBAK, (KB).- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Lebak menjamin produksi pangan di Kabupaten Lebak aman. Musim kemarau tak memengaruhi pada produktivitas pertanian.

“Bahkan, sejak Januari hingga Mei 2019 produksi pangan di Kabupaten Lebak mencapai 278.194 ton gabah kering pungut (GKP) dari hasil panen seluas 45. 922 hektare dengan luas tanam 42.508 hektare,” kata Kepala Distanbun Lebak Dede Supriatna, Jumat (12/7/2019).

Produksi pangan di Kabupaten Lebak, kata dia, sejauh ini tidak terdapat masalah meskipun memasuki kemarau yang mengakibatkan terjadinya kekeringan. Sebab, selama ini produksi pangan relatif baik, sisa tanam sampai Mei 2019 seluas 42.508 hektare dipastikan panen berlangsung hingga September.

“Sedangkan kebutuhan beras pada 2019 untuk penduduk Kabupaten Lebak sebanyak 1,2 juta jiwa mencapai 163.350.422 kilogram,” ujarnya.

Jika dirata-ratakan kebutuhan beras per kapita sebanyak 134 kilogram dan produksi pangan 278.194 surplus hingga 10 bulan ke depan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyelamatkan tanaman padi yang mengalami kekeringan dengan menyalurkan pompanisasi agar memenuhi ketersediaan pasokan air.

“Selama ini, kekeringan yang terjadi di Kabupaten Lebak belum menjadikan ancaman gagal panen, karena dapat teratasi melalui bantuan pompanisasi itu,” katanya.

Ia mengatakan, petani Kabupaten Lebak hingga kini memenuhi kebutuhan pasar lokal sehingga harga beras relatif stabil dengan kisaran Rp 8.500 sampai Rp 9.500 per kilogram.

Selain itu, produksi beras Kabupaten Lebak dipasok ke Pasar Induk Cipinang Jakarta, Tanah Tinggi Tangerang hingga Lampung. “Kami yakin produksi pangan surplus hingga tahun 2020, karena panen padi masih berlangsung sampai September itu,” tuturnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here