Dispora Banten Sertifikasi Wasit Bulu Tangkis

Suasana pelatihan sertifikasi wasit bulu tangkis yang digelar oleh Dispora Banten dan PBSI Banten.*

SERANG, (KB).- Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) Provinsi Banten menggelar pelatihan wasit bulu tangkis tingkat Provinsi Banten. Mengangkat tema “Tingkatkan Prestasi Bulu Tangkis Banten di Tingkat Nasional dan Internasional”, kegiatan tersebut diagendakan berlangsung 22-26 Agustus 2019, di Gedung PKPRI Kota Serang.

Kegiatan tersebut dihadiri 50 peserta yang terdiri dari 10 orang perwakilan Pengurus provinsi (Pengprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Banten, Pengurus cabang (Pengcab) PBSI masing-masing 5 orang dari 8 kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Ketua pelaksana, Agus Setiawan mengatakan, bulu tangkis di Banten masih kurang perhatian. “Dengan sertifikasi wasit ini, diharapkan dapat meningkatkan profesional dalam mengatur cabor bulu tangkis, bukan hanya sekadar lisensi tingkat C,” ucapnya.

Agus menjelaskan, pemateri dalam pelatihan tersebut tak tanggung-tanggung karena langsung oleh Pengurus Pusat PBSI dari Jakarta. “Alhamdulillah, yang pasti pematerinya kami datangkan dari pakarnya langsung. Pelatihan ini juga bukan hanya materi di dalam gedung saja, tapi ada praktik di lapangan pula, yaitu di GOR Maulana Yusuf Kota Serang,” ucapnya kepada Kabar Banten.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua Pengprov PBSI Banten Ferli mengatakan, selain bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang perwasitan bulu tangkis Banten, juga untuk persiapan Kejuraan provinsi (Kejurprov) nanti di Kabupaten Pandeglang.

“Jadi yang mengikuti pelatihan ini bukan hanya bisa mewasiti di tingkat kota maupun kabupaten saja, tapi bisa juga ke tingkat provinsi, bahkan kalau bisa lebih lanjut nasional,” tuturnya.

Untuk membentuk profesional, Ferli mengaku, untuk lisensi C naik menjadi nasional B, agak sulit jikalau masih belum mengetahui peraturan yang terbaru. “Atas dasar itu, berlisensi juga diperlukan yang terupdate dan berkembang, karena akan dibutuhkan untuk Kejurprov, Popda Popprov, dan Popnas,” tuturnya.

Ferli berharap, peserta pelatihan ini dapat menggantikan wasit-wasit yang sudah tiada atau pensiun dari dunia perwasitan bulu tangkis. “Manusia sudah ada, tapi belum diupgrade dan diupdate, banyak kan peraturan baru diperaturan bulu tangkis, seperti saat service, penggunaan pakaian, banyak perubahannya,” katanya. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here