Disperindag Tarik Retribusi Pasar Menes

PANDEGLANG, (KB).- Dinas perindustrian perdagangan (Disprindag) dan ESDM Kabupaten Pandeglang menarik retribusi bagi pedagang kios Pasar Menes sebesar Rp10.000. Sebelumnya, para pedagang tersebut akan ditarik retribusi sebesar Rp25.000.

Kepala Dinas perindustrian perdagangan (Disprindag) dan ESDM Kabupaten Pandeglang Andi Kusnardi mengatakan, sesuai dengan Perda, tarif retribusi itu Rp25.000 M2 untuk sewa lahan atau kios.

“Setelah para pedagang ketemu dengan dewan duduk bersama mereka mohon untuk 2 bulan november dan Desember utk tdk bayar dulu. Tetapi dewan menyarankan untuk membayar retribusi antara Rp 10.000 sampai Rp 15 .000, karena itu milik lahan pemda dan untuk peningkatan PAD. Sehingga sore tadi dewan menyarankan untuk diambil retribusi Rp10.000 sambil melihat kondisi di lapangan,” kata Andi, Senin (18/11/2019).

Sementara itu Juanta, salah seorang juru bicara pedagang pasar Menes mengatakan, sebelumnya Pasar Menes masih dikelola oleh pengembang, para pedagang hanya dikenakan retribusi sebesar Rp 3000 per bulan.

Namun kini pemerintah melalui Disperindag Pandeglang, akan menarik retribusi sebesar Rp 25.000 dengan hitungan permeter dalam setiap bulannya.

“Rencana awal Rp 25000 per kios, jelas rencana Disperindag cukup memberatkan pedagang. Makanya para pedagang menolak hal itu,” katanya.

Menurut dia, untuk mengisi kios pasar, para pedagang sudah mengeluarkan biaya besar kepada pengembang pasar. Namun setelah masa HGU oleh pengembang sudah habis, kini akan ditarik retribusi lagi denga jumlah yang lebih besar dari sebelumnya.

“Dulu pedagang setelah bayar sewa kios hanya dipinta retribusi sebesar Rp 3000 per bulan. Namun sekarang akan dipinta sebesar Rp 25000 dengan hitungan per meter dalam setiap bulannya,” ujarnya.

Ia juga merasa heran, penarikan retribusi yang mengacu pada Perda Nomor 11 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha itu dilakukan diakhir tahun dari bulan November dan Desember.

“Harusnya penarikan retribusi ini dilakukan kalau mau ditetapkan diawal tahun dan jangan di akhir tahun,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, para pedagang juga mengharapkan adanya kepastian hukum, dalam menempati kios di pasar Menes tersebut.

“Kami juga mempertanyakan terkait kepastiannya, agar setelah mereka membayar sewa kios tetapi nanti tidak ada kejelasannya. Sebab mereka juga hawatir, kalau nanti suatu saat mereka tidak lagi menempati kiosnya tersebut,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here