Disperdaginkop Kota Serang Lakukan Tera Ulang, Puluhan Pedagang Akali Timbangan

Petugas Unit Pelaksana Teknis Metrologi Legal Disperdaginkop dan UKM Kota Serang melakukan tera ulang timbangan milik pedagang di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Selasa (21/5/2019). Kegiatan tera ulang gratis yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional tersebut, merupakan upaya untuk menghindari kecurangan sekaligus memberikan perlindungan terhadap konsumen saat melakukan transaksi jual-beli.*

SERANG, (KB).- Unit Pelayanan Teknis (UPT) Metrologi Legal pada Dinas Perdagangan Industri Koperasi (Disperdaginkop) dan UKM Kota Serang melakukan tera ulang timbangan pedagang di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, Selasa (21/05/2019). Hasilnya, sebanyak 30 pedagang kedapatan mengakali timbangan dengan menambahkan magnet.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) UPT Metrologi Legal Eko Wahyu mengatakan, menggunakan magnet pada timbangan merupakan sebuah kecurangan. Sebab, magnet yang bersifat dapat menarik besi, sehingga akan memengaruhi timbangan.

“Kalau kami menilai itu adalah kecurangan. Akan tetapi, mereka (pedagang) bilangnya bukan kecurangan, itu hanya menambah beban dengan menggunakan magnet. Mereka menyangkal kalau itu hanya penambah untuk mengembalikan titik nolnya ketemu dan kembali seperti semula,” katanya.

Ia menuturkan, tera yang digunakan untuk transaksi usaha secara umum harus sesuai, tanpa ada penambahan beban apapun termasuk magnet. “Memang yang pasti semua timbangan belum bertanda tera sah, karena keterbatasan waktu juga. Tapi, nanti akan ada uji tera kembali,” ucapnya.

Pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap para pedagang tersebut. “Kami memang menemukan timbangan atau tera yang ditambah magnet, tapi itu masih dibatas wajar. Karena, masih bisa ambil. Tapi, tetap saja ini merupakan kecurangan yang dilakukan para pedagang. Jadi, kami masih akan awasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, tera yang paling besar tingkat kecurangannya, adalah timbangan meja dan timbangan bebek. Sebab, sangat mudah untuk menempelkan magnet atau menambah masa beban pada timbangan di baliknya.

“Kebanyakan timbangan meja atau timbangan bebek, karena memang tingkat kecurangannya paling besar. Karena, ya paling mudah,” tuturnya.

Pihaknya akan melakukan pengawasan di setiap pasar di Kota Serang, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Karena, biasanya pada masa ini banyak pembeli yang berbelanja dengan jumlah banyak.

“Kami tetap melakukan pengawasan. Kemarin sempat kami lakukan di Pasar Lama Kota Serang dan ditemukan 20 tera yang melanggar. Kemudian, di sini (PIR) ada sekitar 30 tera,” katanya.

Namun, para pedagang yang melanggar tersebut, mengelak dengan alasan hanya menambah sedikit beban saja dengan menggunakan magnet.

“Iya ini kan biar pas aja sama timbangannya, kan suka kurang pas. Jadi, saya tambahin beban sedikit aja,” ujar seorang pemilik timbangan yang enggan disebutkan namanya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here