Dispar Dorong Promosi Wisata & Budaya Cibeber

LEBAK, (KB).- Pemprov Banten gencar mempromosikan potensi pariwisata daerah, termasuk di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, Cibeber merupakan wilayah yang memiliki kekayaan wisata alam dan atraksi budaya yang dapat menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Beragam potensi objek wisata, seni dan budaya yang berkembang di masyarakat Cibeber bisa dikemas kedalam sebuah atraksi yang bernilai wisata budaya.

“Masyarakat budaya yang tergabung dalam Kesatuan Adat Banten Kidul seperti Kasepuhan Cisungsang, Ciherang dan Ciputer ada di sini yang memiliki acara budaya Seren Taun yang masih dijaga dan dilestarikan di Cibeber. Ditambah dengan destinasi wisata baru yang mulai diviralkan,” ujarnya saat menghadiri acara Seren Taun Ciputer di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Ahad (16/7). Menurut Eneng, kecamatan yang memiliki 22 desa tersebut selain kental dengan desa adatnya saat ini sudah memiliki potensi wisata yang sedang tumbuh antara lain wisata kebun teh cikuya, curug ciporola, situs Lebak Binong, situs parigi dan lainnya. Selain itu, Pemkab Lebak sangat fokus pada pengembangan destinasi wisata sehingga dibutuhkan kerja sama dari masyarakat, stakeholder dan pegiat pariwisata daerah.

“Saat ini gubernur akan fokus pada pengembangan destinasi wisata dan tata kelolanya dan diharapkan kedepannya juga bisa mengangkat atraksi budaya adat Seren Taun sebagai wisata budaya unggulan di Banten. Selain itu, perlu diperhatikan keamanan, kenyamanan dan keramahan masyarakatnya dalam menciptakan wisata yang layak dikunjungi kalaupun ada akses jalan yang ingin diperbaiki silakan bisa diusulkan kepada pemerintah untuk mendukung kegiatan pariwisata,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Cibeber Eman Sulaiman menjelaskan, pihaknya akan terus membangun koordinasi dengan instansi terkait dalam membangun destinasi wisata yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ditambah dengan hadirnya desa adat kasepuhan di Cibeber akan menambah pesona wisata budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Lebak.  “Tentunya tidak terlepas dari dukungan dan bantuan pemerintah daerah dalam menyupport kegiatan pariwisata dan budaya. Kegiatan seren taun juga merupakan salah satu bentuk kesatuan untuk masyarakat adat dalam menyelenggarakan rasa syukur yang dikemas kedalam sebuah acara ritual khusus adat,” tuturnya.

Eman menjelaskan, kepedulian masyarakat dalam menjaga dan melestarikan wisata dan budaya merupakan wujud membangun kebersamaan antar masyarakat sekitar sekaligus menjadi modal untuk mendatangkan wisatawan ke wisata Cibeber.  “Kita senantiasa terus memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung sehingga mereka dapat menikmati wisata yang kami miliki. Diharapkan tidak hanya saat kegiatan atraksi budaya saja wisatawan datang ke Cibeber melainkan bisa menciptakan desa wisata yang setiap harinya dikunjungi wisatawan,” tuturnya.

Pegiat Budaya Kemendikbud Wisnu Wirandi menyatakan, selain potensi wisata alam, Cibeber sangat dikenal dengan wisata adatnya yang terbentuk ke dalam kasepuhan adat desa yang setiap tahunnya menggelar ritual adat Seren Taun yang sarat akan makna dari leluhurnya. “Tradisi adat ini bisa dijadikan sebagai nilai budaya dalam menjaga kelestarian dan ketentua leluhurnya. Peran pemerintah tentu sangat dibutuhkan dalam menjaga kearifan lokal yang dimiliki oleh desa adat tersebut,” katanya.

Wisnu mengatakan, sangat mengapresiasi program-program pemerintah yang mendukung kegiatan wisata dan budaya di Kecamatan Cibeber.  “Saya mencoba menjalin konsolidasi, sosialisasi dan pendataan terkait budaya yang ada di Lebak. Kabupaten Lebak kaya akan tradisi sehingga menjadi daya tarik tersendiri dalam menarik para pengunjung,” ujarnya. Hadir dalam kesempatan tersebut, Muspika Kecamatan Cibeber, tokoh agama dan pemuda dan masyarakat Cibeber. (H-22)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here