Sabtu, 23 Februari 2019
Tubagus Abbas Wasse

Disoal Lembaga Pemangku Adat, Muda-mudi di Kursi Taman Banten Lama

Lembaga pemangku adat Kesultanan Banten meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Sekretaris Daerah (Sekda) dan OPD Perkim untuk membongkar kursi-kursi taman yang disediakan. Sebab, kursi tersebut seringkali digunakan muda-mudi berduaan hingga larut malam.

Ketua lembaga pemangku adat Kesultanan Banten, Tubagus Abbas Wasse mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan revitalisasi yang dilaksanakan Pemprov Banten untuk wisata religi Kesultanan Banten Lama. Namun menurutnya, sangat tidak etis jika lokasi wisata religi digunakan sebagai tempat bermesraan.

“Kebanggaan ini tolong jangan sampai digunakan ke hal-hal yang lain. Contoh saya minta ke Sekda ataupun Dinas Perkim supaya itu kursi dicabut lah, kursi yang di area revitalisasi, karena saya sudah bisa membuktikan itu laki-laki dan perempuan duduk berduaan sampai jam tiga subuh,” kata Tubagus Abbas Wasse yang juga Ketua Kenadziran Banten Lama, Rabu (16/1/2019).

Dari penyampaiannya kepada Sekda dan OPD terkait, kursi tersebut akan segera dibongkar setelah adanya audit dari Badan Pengelola Keuangan (BPK) akhir Februari mendatang. Namun, jika kursi tersebut masih tetap ada, pihaknya akan membongkar sendiri.

“Jadi rawan digunakan untuk tempat maksiat, jadi saya sudah bicarakan dengan Pak Sekda dan Kepala Dinas Perkim, dia akan mencabut setelahnya ada audit dari BPK akhir Februari. Saya akan tunggu tapi kalau sampai Maret masih ada mungkin kami, masyarakat terpaksa akan mencabut kursi itu,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga meminta penerangan di area revitalisasi lebih ditingkatkan. Hal itu karena kondisi saat ini masih terlalu gelap dan rawan terjadi hal-hal tidak senonoh yang dilakukan pengunjung Banten Lama.

“Keduanya penerangan, di situ kan agak gelap tuh kita minta supaya terang untuk menghindari hal-hal yang begituan. Karena datang ke Banten itu untuk wisata religi, wisata ziarah, wisata ke masjid, jangan sampai dikotori hal semacam itu, (selfi) monggo, saya senang, artinya ada kebanggaan,” tuturnya.

Ia menuturkan, permintaan tersebut bermaksud untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di area yang menjadi kebanggaan warga Banten. Untuk pengunjung, ia mengatakan, saat ini sudah mulai banyak tetapi hal itu tidak berpengaruh terhadap penziarah.

“Kalau melihat pengunjungnya yang selfi-selfi meningkat, yang ziarah masih standar karena memang mereka juga sudah dari zaman dulu itu mah. Direvitalisasi atau tidak mereka terus-terusan, ngga ngaruh,” ucapnya.

Marak pungli

Sementara itu, untuk pengelolaan Banten Lama saat ini belum berjalan karena masih proses revitalisasi. Sehingga masyarakat yang berkunjung ke Banten Lama seharusnya belum ada pungutan apapun, baik retribusi masuk ataupun parkir. Namun, kata dia, selama ini ada oknum yang mempergunakan kesempatan banyaknya pengunjung untuk menarik tiket masuk dan parkir.

“Itu liar itu, pungli itu, makanya kepada mereka yang terkena korban itu bagusnya mah lapor ke cyber pungli. Saya sarankan itu, dengan bukti yang ada tiket masuk atau apa sebagai bukti secara hukum untuk melaporkan kepada cyber pungli, laporkan itu biar mereka turun, itu sudah membuat keresahan,” katanya.

Menurutnya, karena saat ini masih dalam proses pemeliharaan, seharusnya tidak ada patokan terlebih tiket untuk masyarakat yang datang ke Banten Lama. Seandainya ada jasa parkir atau lainnya, kata dia, seharusnya bersifat seikhlasnya.

“Beberapa kali kita sudah berikan nasihat kepada mereka, cobalah jangan kalau ditarget, apalagi di karcis, karena itu membahayakan. Tapi kalau mereka masuk memberikan sekadarnya, seikhlasnya itu lain, apalagi karcis. Dasar hukumnya dari mana, kalau mau kita kenadziran, tapi kita gak mau,” tuturnya.

Ia berharap, atas dasar itu masyarakat berani melaporkan kepada pihak berwenang untuk menertibkan pungli-pungli tersebut. “Makanya saya lebih senang cyber pungli turun, jadi jelas gitu. Kita malu ada pungli itu, karena tidak ada dari kami masuk bayar sekian misalkan,” ujarnya. (Masykur)*


Sekilas Info

Pendaftar Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Banten Membeludak

SERANG, (KB).- Pendaftar seleksi calon Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten periode 2019-2023 membeludak. Sampai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *