Diskusi DPD Partai Gerindra Banten, Ratu Tatu Chasanah Banjir Pujian

BUPATI Serang Ratu Tatu Chasanah yang juga calon petahana Pilkada Kabupaten Serang 2020 bersama Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Hashim Djojohadikusum, seusai menghadiri diskusi di Graha Mahesa DPD Partai Gerindra Banten, Ahad (9/2/2020).*

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang juga calon petahana pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 kebanjiran pujian pada diskusi yang digelar DPD Partai Gerindra Provinsi Banten, di Graha Mahesa DPD Partai Gerindra Banten, Kota Serang, Ahad (9/2/2020).

Pujian terhadap Tatu datang dari pengamat politik dan aktivis. Tatu dinilai selama memimpin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah menunjukkan program yang baik dan dirasakan masyarakat. Salah satu program Tatu yang dirasakan masyarakat adalah perbaikan infrastruktur jalan dengan betonisasi.

“Saya lihat jalan-jalan di Kabupaten Serang sudah bagus. Jadi program perbaikan jalan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Serang ini sudah terlihat,” kata Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada saat menjadi pembicara diskusi tersebut.

Aktivis yang dikenal kritis itu mengaku sebagai warga Kabupaten Pandeglang, tetapi seringkali ke Kabupaten Serang, terutama ke Kecamatan Bojonegara. Ia pun merasakan langsung jalan yang sudah dilakukan betonisasi oleh Pemkab Serang.

“Saya harus sampaikan (hasil pembangunan Pemkab Serang) dengan objektif. Namun persoalan pengangguran masih menjadi catatan Pemkab Serang,” ujarnya.

Saat sesi tanya jawab diskusi, bakal calon Bupati Serang Tb. Masduki menuding Ratu Tatu telah gagal memimpin Kabupaten Serang. Namun tudingan tersebut dimentahkan akademisi Untirta Gandung Ismanto.

“Pak Masduki ini bilang gagal karena menjadi bakal calon bupati, jadi tidak objektif. Menurut saya, tidak gagal karena sudah banyak yang yang dilakukan Ibu Tatu,” ucap Gandung.

Sementara itu, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, fokus pembangunan Kabupaten Serang menitikberatkan pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Semua hasil pembangunan harus terukur, melalui data Badan Pusat Statitistik atau BPS. Maka kami mengukur melalui IPM,” ujarnya.

Sejumlah program yang dilakukan untuk meningkatkan IPM, antara lain beasiswa mulai Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Kemudian yang paling masif adalah perbaikan infrastruktur jalan melalui betonisasi.

“Angka pengangguran memang tertinggi di Banten, tetapi kurun tahun 2018 hingga 2019, penurunan angka pengangguran Kabupaten Serang terbesar di Banten, sebesar 2,12 persen,” kata Tatu.

Sekadar diketahui, Pemkab Serang bersama DPRD Kabupaten Serang telah membuat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan Kabupaten Serang. Melalui perda tersebut, diamanatkan perbaikan 100 kilometer jalan kewenangan kabupaten per tahun dengan betonisasi.

Hingga 2019, jalan yang telah selesai diperbaiki dengan betonisasi sepanjang 483,45 km. Kemudian Tahun 2020 akan dibangun 101,68 km, sehingga jalan beton tahun ini akan selesai sepanjang 585,13 km atau 97,33 persen. Sisa sepanjang 16 km akan dibangun 2021. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here