Disidang di Pengadilan, Tiga ASN Pelanggar KTR Didenda Rp 25.000

SERANG, (KB).- Tiga Aparatur Sipil (ASN) dari Kecamatan Ciruas dan Pabuaran menjalani sidang di Pengadilan Negeri Serang, Kamis (27/12/2018). Ketiganya diberikan denda Rp 25 ribu karena telah tertangkap basah melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Kepala Pengawasan Penyuluhan dan Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (P3PPNS) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Serang Wipi Yuningsih mengatakan, ada tiga orang yang menjalani sidang. “Cuma tiga, karena bocor mungkin targetnya,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Wipi menuturkan, ketiga ASN tersebut satu orang berasal dari Ciruas, dua orang dari Pabuaran. Mereka tertangkap basah saat dilakukan operasi dengan barang bukti rokok. “Terus disidang dan diputus hukumannya denda Rp 25 ribu. Ketiganya sama dendanya. Kalau Rp 50 ribu itu hukuman maksimal tapi tadi hakim ngetok di bawah Rp 50 ribu hanya Rp 25 ribu,” katanya.

Baca Juga: Merokok, 3 ASN Diseret ke Pengadilan

Ketiga ASN itu pun langsung membayar denda tersebut kepada jaksa. Ia menilai, dalam hal ini jangan dilihat seberapa besar dendanya. Namun shock terapi yang diberikan kepada para pelaku yang akan membuat mereka malu karena harus masuk ke pengadilan.

“Jangan dilihat nilainya tapi malunya masuk ke pengadilan, dia stres ditanya hakim. Dia ditanya sudah disosialisasikan belum (perdanya), kalau sudah kenapa masih melanggar. Sebetulnya kalau Rp 25 ribu itu tidak memberikan efek jera minimal memberikan shock terapi kepada yang lain kalau dia tertangkap kan malu dibawa kepengadilan,” tuturnya.

Pascaoperasi tersebut, pihaknya masih akan terus melakukan razia di sejumlah titik. Sebab aturan yang tertulis di perda itu sudah jelas, dan jika masih banyak yang melanggar maka sudah seharusnya di lakukan operasi. “Senin kita bergerak setelah apel,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Hulaeli Asykin mengatakan, tiga pelanggar perda tersebut datang memenuhi panggilan pengadilan. ”Datang semua, tiga orang. Dari Ciruas sama Pabuaran datang, hasil sidang diputus sama hakim cuma kena dendanya Rp 25 ribu,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika memang denda itu masih dirasa kecil kedepan dirinya pun berniat untuk meningkatkan nilai dendanya. “Rp 50 ribu itu maksimal. Ini kan terapi saja kedepan akan digedein lagi,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here