Disiapkan, Dana Cadangan Pilkada Kota Serang 2024

Paripurna tentang pandangan fraksi-fraksi atas Raperda usul Wali Kota Serang di DPRD Kota Serang, Senin (29/6/2020).*

SERANG, (KB).- Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan wali kota tentang dana cadangan untuk Pilkada Kota Serang 2024 diklaim tidak akan mengganggu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang. Meskipun, dana cadangan itu disipakan selama tiga tahun.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, meskipun ada masukan dari salah satu fraksi DPRD Kota Serang untuk menyiapkan dana cadangan Pilkada 2024 hanya dua tahun anggaran karena khawatir menggangu RPJMD. Ia meyakini, persiapan yang diusulkannya dalam draft Raperda selama tiga tahun tidak akan mengganggu RPJMD Kota Serang.

“Kalau menurut saya Pemkot Serang baiknya selama tiga tahun persiapan anggaran pemilihan itu, sehingga tidak terlalu berat. Kalau dua tahun agak berat, apalagi sekarang dari sisi pemasukan berkurang. Kalau tiga tahun tidak mengganggu RPJMD,” kata Syafrudin usai paripurna tentang pandangan fraksi-fraksi di DPRD Kota Serang, Senin (29/6/2020).

Selanjutnya, ucap dia, terkait adanya pandangan dari fraksi yang menginginkan hanya dua tahun anggaran. Hal itu akan dibahas oleh DPRD melalui Panitia Khusus (Pansus).

“RPJMD optimis bisa tercapai dan dana cadangan bisa tercapai,” ucapnya.

Dapat dukungan

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, dana cadangan Pemilihan Umum Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang tahun 2024 itu mendapat dukungan dari semua fraksi. Namun, tindak lanjut pembahasannya akan dilakukan Pansus.

“Yang jelas sekarang sudah digulirkan semua fraksi DPRD Kota Serang sudah mendukung untuk Perda pengelolaan daerah dan dana cadangan,” kata Wachyu.

Menurutnya, dana cadangan itu sifatnya menabung. Sehingga, usulan yang diajukan selama tiga tahun anggaran. Hal itu agar anggaran yang digelontorkan setiap tahunnya tidak terlalu besar.

“Kalau misalkan tadi Rp 43 miliar, kalau tiga tahun anggaran kan bisa Rp 14 miliar per tahun. Tapi kalau dua tahun Rp 20 miliar lebih. Justru lebih berat,” tururnya.

Selain itu, ujar dia, tidak akan berpengaruh terhadap RPJMD Kota Serang.

“Dengan dibagi ketiga tahun ini, kita membagi bebannya itu lebih luas di RPJMD ditahun akhir. Rencananya yang diajukan itu Rp 43 miliar. Ajuan itu juga sudah koordinasi dengan KPU dan lainnya,” ujarnya. (Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here