Dishub Kabupaten Serang Terima Banyak Keluhan dari Sopir Angkot

Agus Herlambang, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Serang.*

SERANG, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang menerima banyak keluhan dari para sopir angkutan umum atau angkot wilayah Kabupaten Serang terkait terus menurunnya pendapatan mereka. Hal tersebut akibat diberlakukannya pembatasan sosial selama pandemi Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan pada Dishub Kabupaten Serang Agus Herlambang menuturkan, banyak sopir angkot yang mengeluh terkait kondisi saat ini yang berdampak pada pendapatan mereka yang kini semakin menurun, karena jumlah penumpang yang tidak banyak. Apalagi dengan berbagai aturan selama pandemi Covid-19.

“Sudah berapa hari ini saya menerima banyak keluhan dari sopir angkot. Banyak yang mengeluh pendapatan dan penumpang yang sedikit, biasanya kan banyak,” katanya kepada Kabar Banten, Selasa (19/5/2020).

Diberlakukannya social distancing atau jaga jarak memengaruhi pengangkutan penumpang yang dibawa dalam angkutan umum mereka. Apalagi, ujar dia, pemerintah menetapkan kepada angkutan umum baik angkot sampai bus, agar mengangkut penumpang tidak boleh lebih dari 50 persen. Hal tersebut menjadikan pendapatan yang mereka dapati menjadi lesu.

“Kan sekarang saja angkut penumpang tidak boleh lebih dari 50 persen. Itu yang bikin pendapatan lesu, buat bensin saja paling sudah habis,” ucapnya.

Namun, dia menuturkan, dengan diterapkannya peraturan tersebut, tentunya sebagai upaya pemerintah dalam menekan angka Covid-19. Khususnya untuk di wilayah Kabupaten Serang. Selain itu, jumlah penumpang yang sepi juga dipengaruhi, karena sebagian karyawan saat ini sudah banyak yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kalau angkot paling banyak penumpang dari karyawan. Tapi, sekarang kan banyak yang dirumahkan dan PHK. Belum lagi perusahaan sekarang sudah ada yang mulai tutup,” tuturnya.

Sementara, untuk tarif jelang Lebaran, lanjut dia, saat ini belum ada perubahan untuk angkutan yang ada di Kabupaten Serang. Tarif angkutan umum yang diterapkan oleh semua angkutan masih seperti hari biasanya dan belum ada kenaikan.

“Kalau tarif mau Lebaran, saya belum dapat laporan kalau ada kenaikan. Masih seperti hari biasanya, lagian tidak dinaikan saja kan sepi. Mungkin kalau dinaikan khawatir makin sepi,” katanya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here