Dishub Banten Pernah Usul Cabut Izin Trayek Bus Murni Jaya

SERANG, (KB).-Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten diketahui pernah mengusulkan pencabutan izin trayek bus Murni Jaya ke Kementerian Perhubungan pada 2017. Hal tersebut karena tingginya kasus kecelakaan yang melibatkan bus tersebut.

“Izin trayek bus kewenangannya ada di pusat. Yang berhak mencabut izin pusat. Sudah kami layangkan sekitar tiga hari yang lalu,” ujar Revri Aroes yang ketika itu menjabat Kepala Dishub Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, 22 Mei 2017.

Kepala Dishub Provinsi Banten Tri Nurtopo membenarkan hal tersebut. Namun, kini hal tersebut terbentur kewenangan.

“Betul. Itu kan dulu kami masih bisa rekom. Tapi sekarang tidak ada sama sekali. Diambil pusat semua. Kita ditembusin trayek yang nomor berapa juga enggak punya, saya tanya enggak pernah dikasih,” kata Tri, melalui sambungab telefon, Sabtu (4/5/2019).

Oleh karena itu, pihaknya akan terlebih dahulu memanggil Perusahaan Otobus (PO) Murni Jaya pada Selasa (7/5/2019). “Makanya kami minta BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) sebagai UPT Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub untuk memanggil PO,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, kecelakaan lalu lintas melibatkan tiga kendaraan terjadi Sabtu 4 Mei 2019 sekira jam 13.00 di Jalan Syeh Nawawi al-Bantani, di Kampung Gowok Masjid Kelurahan Cikampek Kecamatan Curug, Kota Serang, tak jauh dari Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Ketiga kendaraan tersebut yaitu truck box B-9708-PCX, bus murni putih A-7608-KC dan bus murni merah A-7649-K.

Akibat kecelakaan tersebut penumpang kedua bus murni dan kenek bus murni mengalami luka-luka selanjutnya langsung dievakuasi ke RSUD Banten. Sementara seorang kernet dikabarkan tewas di lokasi kejadian. (RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here