Terkait Tarif Lebaran: Dishub Ancam Sanksi Sopir Bus Nakal

PANDEGLANG, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang mengancam tidak akan segan-segan menjatuhi sanksi bagi para sopir maupun kernet bus jurusan Labuan-Jakarta yang melanggar tarif lebaran sesuai kesepakatan. Seperti disepakati pemerintah dan stakeholder (pengusaha angkutan transportasi) untuk tarif Labuan-Jakarta Rp 55.000, Labuan-Serang Rp 20.000 dan Labuan-Pandeglang Rp 15.000.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang, Tata Nanzar Riadi mengakui banyak keluhan para penumpang yang dikenakan tarif lebaran melebihi tarif yang sudah disepakati. Untuk itu, pihaknya berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada sopir dan kernet yang melanggar aturan. ”Iya, kami juga mendapatkan pengaduan dari masyarakat, bahkan ada yang mencapai seratus persen kenaikannya,” kata Tata kepada Kabar Banten, Rabu (21/6/2017).

Untuk itu, kata Tata, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pengelola angkutan agar memberikan sanksi tegas kepada sopir yang nakal. Sebab, hasil kesepakatan beberapa waktu lalu telah disepakati apabila terbukti sopir memungut tarif di luar ketentuan yang telah disepakati bisa dilakukan pemecatan oleh pengelola angkutan. ”Kami langsung melakukan komunikasi dengan pengelola angkutan, ketika menerima laporan. Sebab ada laporan Cibaliung-Serang penumpang diminta Rp 100.000, padahal kan harusnya Rp 55.000. Kami sarankan agar mencatat nomor polisi kendaraan dan ciri-ciri mobilnya, sehingga pengelola atau pemilik mobil bisa memberikan sanksi tegas bahkan bisa memecat oknum sopir maupun kernet,” ujarnya.

Menurut Tata, pihaknya akan melakukan operasi gabungan dengan dinas provinsi. Dengan operasi gabungan ini nanti bisa diketahui kendaraan mana saja yang mematuhi kesepakatan atau tidak.
”Rencananya besok kita akan melakukan operasi dengan Dishub Provinsi, yang akan dipusatkan di terminal-terminal. Selain melakukan operasi tarif kita juga akan melakukan operasi kelayakan kendaraan,” tuturnya.

harus diberikan sanksi tegas

Ketua Komisi III DPRD Pandeglang, Iing Andri Supriadi berharap agar Dishub lebih ketat melakukan pengawasan. Sehingga, tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan oleh oknum sopir yang menaikkan tarif sepihak. ”Dishub harus meminta keterangan penumpang saat memasuki terminal, berapa tarif yang diminta kernet. Jika lebih harus segera dikembalikan, dan sopirnya harus diberikan sanksi tegas agar tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.

Sementara itu, aktivis senior Pandeglang, Aang Kunaefi meminta petugas Dishub untuk mengawasi tarif lebaran, terutama angkutan transportasi bus jurusan Labuan-Jakarta. Petugas harus tegas menindak sopir dan kernet yang mencoba-coba memungut tarif lebaran diluar tarif resmi yang telah disepakati. (H-50)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here